Masalah terjadi ketika radio COPE pada 13 Maret silam memberitakan pernyataan dari seorang "perwakilan" dari Real Madrid. Si narasumber mengatakan bahwa sebaiknya otoritas Liga Spanyol melakukan tes doping dengan lebih serius kepada The Catalans, dan juga Valencia.
Kabar ini telah dibantah oleh kubu Barca dan Valencia. Selain itu pihak Barcelona juga mengatakan Los Merengues bukan pemicu isu doping ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tuduhan itu terlalu brutal dan serius, karena di sana tidak ada permintaan maaf dan disajikan dengan keterlaluan," tulis Cruyff dalam kolomnya di surat kabar El Periodico de Catalunya, seperti diberitakan AFP.
"Real Madrid sendiri yang harus meminta maaf atas hal ini," tulis pria yang juga pernah melatih Barca di periode 1990-an itu.
(nar/din)











































