Ketika Mourinho datang pada musim panas tahun lalu, Madrid tengah berada pada keadaan di mana mereka sudah dua tahun tak memenangi trofi La Liga. Di sisi lain, sang rial, Barcelona, malah tampil merajalela di Eropa.
Belum lagi Madrid sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli banyak pemain mahal. Lalu, ketika para pemain bintang itu dilatih oleh pelatih sekelas Mourinho, maka logika yang idealnya muncul adalah: El Real tak seharusnya mengakhiri musim dengan nihil gelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk bisa mencapai final dan menjadi juara di Liga Champions, setidaknya Madrid harus melewati Tottenham Hotspur dulu di babak perempatfinal. Sementara di Copa del Rey, mereka bakal baku hantam dengan Barca di babak final.
Mantan pemain Madrid, Michel Salgado, meyakini bahwa kans Madrid untuk meraih trofi la Liga relatif berat. Sedangkan untuk menjuarai Liga Champions, jalan yang harus didaki masih panjang. Kans terbesar ada pada Copa del Rey. Namun, menjuarai Copa del Rey saja tak akan cukup. Dan jika demikian yang terjadi nanti, posisi mourinho pun disebutnya dalam bahaya.
"Real hanya tinggal memiliki Liga Champions dan Copa del Rey--dan menjuarai Copa del Rey saja tak akan cukup bagi Real Madrid," ujarnya di ESPN Star.
"Fans tahu bahwa Madrid telah mengeluarkan banyak uang dalam beberapa tahun terakhir. Madrid harus memenangi titel. Mereka mendatangkan Mourinho untuk hal tersebut."
"Mereka tidak mendatangkannya katena gayanya--tapi untuk memenangi Liga Champions. Jika dia tak melakukannya, maka itu akan menjadi sebuah kegagalan bagi Real Madrid."
"Namun, pertama-tama mereka harus mengalahkan Tottenham lebih dulu dan itu tak akan mudah," ucap Salgado.
Spurs sendiri telah menjelma menjadi kuda hitam di Liga Champions musim ini. Usai melangkahi juara bertahan Inter Milan di fase grup, skuad arahan itu menyingkirkan AC Milan di babak 16 besar.
(roz/krs)











































