Barca sukses memenangi edisi pertama dari El Clasico musim ini. Pada pertemuan di Camp Nou beberapa bulan silam, El Barca dengan fantastis menghantam Madrid dengan skor telak 5-0. Kemenangan ini langsung meninggalkan kesan kuat pada skuad Barca.
Tapi, Madrid tidak kalah lagi pada dua pertemuan berikutnya. Setelah bermain imbang 1-1 di Santiago Bernabeu akhir pekan kemarin, keduanya kembali bertemu, kali ini di tempat netral, Stadion Mestalla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan catatan berimbang, sama-sama meraih satu kemenangan dan meraih satu hasil imbang, keduanya menatap dua laga El Clasico yang masih tersisa. Gengsinya bisa jadi lebih besar dari Copa del Rey karena terjadi di ajang Liga Champions.
Barca dan Madrid bakal baku hantam di dua leg semifinal LC untuk menentukan siapa yang akan lolos ke final. Maju ke final berarti selangkah lebih dekat menuju trofi juara. Baik Barca atau madrid tentunya tak mau melihat sang rival mendapatkan kans lebih besar untuk mengangkat trofi tersebut.
Dengan trofi Copa del Rey di tangan, berarti setidaknya Madrid sudah unggul satu trofi atas Barca. Kans Los Cules memang lebih besar di La Liga--dengan keunggulan delapan poin dan enam laga tersisa--tapi di Liga Champions, siapa yang tahu?
Jika melihat Madrid yang sebelumnya kalah 0-5, namun mampu menahan imbang dan menang di dua laga berikutnya, muncul logika bahwa Jose Mourinho sudah menemukan pakem untuk menghentikan Barca. Jika demikian, Pep Guardiola tentunya harus mencari formula baru agar kegagalan di Copa del Rey tak terulang.
(roz/din)











































