Ketika susunan pemain Madrid diumumkan, Jose Mourinho memperlihatkan starting XI yang rada unik; tanpa ada satu pun penyerang murni. Ia memasang Cristiano Ronaldo, Mesut Oezil dan Angel Di Maria sebagai tumpuan serangan, dengan Ronaldo mengisi pos sebagai penyerang.
Mourinho juga menumpuk pemain di area timnya sendiri, sembari sesekali melakukan serangan balik. Strategi ini terbukti oke di babak pertama, jika melihat jumlah lima tembakan yang dihasilkan Madrid, sementara Barca hanya dua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketekunan Barca dalam membongkar pertahanan Madrid patut mendapatkan acungan jempol. Setidaknya ini membuat El Real jagi mendapatkan sedikit kesempatan untuk menyerang. Keadaan mulai membaik bagi Madrid ketika Oezil ditarik keluar di menit 70 dan digantikan Emmanuel Adebayor.
Masuknya Adebayor, yang merupakan penyerang murni, membuat kerja Ronaldo terlihat lebih mudah. Beberapa kali kerjasama keduanya berhasil menembus pertahanan Barca, kendati masih belum menghasilkan gol.
Golnya sendiri baru lahir di menit 103, ketika umpan silang Angel Di Maria dari sisi kiri ditanduk dengan sempurna oleh Ronaldo. Pep Guardiola pun menyebut bahwa timnya telah diredam dengan strategi yang sama seperti akhir pekan kemarin--ketika kedua klub bermain imbang 1-1 di Santiago Bernabeu.
"Mereka bermain dengan gaya yang sama seperti ketika bermain imbang Sabtu lalu. Mereka mengganti beberapa pemain, tapi konsep permainannya kurang lebih sama seperti ketika di Bernabeu," ujar Pep seperti dilansir Yahoosports.
Masih ada dua pertemuan tersisa, yakni di dua leg semifinal Liga Champions, mungkinkah Mourinho kembali menerapkan strategi serupa? Bisa jadi. Kalau ya, berarti Pep harus memutar otak mencari formula lain supaya timnya tak lagi diredam.
(roz/mrp)











































