Barcelona menutup musim 2010/2011 dengan raihan dua trofi yakni La Liga dan Liga Champions.
Gelar juara Liga Spanyol merupakan yang ketiga secara berturut-turut yang mereka raih. Barca-Guardiola tinggal membutuhkan satu gelar lagi untuk menyamai Barca The Dream Team asuhan Johan Cruyff.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengantar meraih prestasi, Guardiola juga sukses menghapus tabu. Dikutip dari situs resmi Barca, ada tiga tabu yang berhasil dihapus oleh pelatih berusia 40 tahun itu.
Yang pertama adalah berhasil meraih kemenangan di kandang Espanyol, Atletico Madrid, dan Valencia. Barca mengalahkan tuan rumah Espanyol 5-1 (18/12/2010), Atletico 2-1 (19/9/2010) dan Valencia 1-0 (2/3/2011).
Di dua musim sebelumnya, Lionel Messi takluk di kandang Atletico Madrid (masing-masing dengan skor 3-4 dan 1-2), imbang 0-0 ketika berlaga di stadion anyar Espanyol di musim lalu, serta di Valencia hanya seri dengan skor 2-2 dan 0-0.
"Tabu" kedua adalah berhasil mengakhiri babak grup di Liga Champions dengan catatan tak terkalahkan. Dari enam pertandingan, Barca empat kali menang dan dua kali imbang. Di musim-musim sebelumnya, Barca menelan satu kali kekalahan di babak grup yakni menghadapi Shakhtar Donetsk (musim 2008/2009) dan Rubin Kazan (musim 2009/2010).
Penghalang ketiga yang berhasil didobrak oleh Pep adalah kemenangan away di babak kncok-out di Liga Champions. Di musim 2008/2009 dan 2009/2010, Blaugrana tak pernah menang di kandang lawan di babak gugur.
Tabu itu berhasil dipecahkan di temporada 2010/2011 di mana mereka mengalahkan Shakhtar Donetsk 1-0 di leg kedua babak perempatfinal 12 April silam. Gol tunggal Barca dikemas oleh Lionel Messi.
(nar/mrp)











































