Liga Spanyol musim 2010/11 sudah lebih satu bulan berakhir dengan memunculkan Barcelona sebagai juara La Liga dan Madrid meraih trofi Copa del Rey. Total lima pertemuan yang terjadi antara dua raksasa Spanyol tersebut memunculkan warna baru dalam rivalitas yang sebelumnya sudah mengakar lama.
Dari laga-laga tersebut, dunia kemudian disuguhkan bukan hanya persaingan di atas lapangan. Terjadi intrik dan perang urat syaraf yang intens antara keduanya terutama saat harus berhadapan empat kali dalam selang 18 hari di periode April hingga Mei lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Real Madrid melewati batas yang bisa (kami) terima dengan membuat tuduhan tanpa dasar. Rivalitas akan terus berlanjut musim depan tapi kami tak akan membiarkan mereka melewati batas-batas sportivitas," seru presiden Barcelona, Sandro Rosell.
Dilanjutkan Rosell, sejak lama Barca dan Madrid terlibat persaingan sengit namun selama ini tetap berada di jalur sportivitas. Kondisi tersebut disayangkan mulai berubah tahun ini.
"Real Madrid dan FC Barcelona adalah institusi yang sudah sangat tua, institusi dengan banyak suporter dan rasa cinta. (Tapi) jika batas itu dilewati, kami terpaksa memutus hubungan institusional yang sudah ada , yang sesungguhnya tak kami harapkan bakal terputus," tuntas Rosell di Yahoosport.
(din/mfi)











































