Kedua tim lima kali bertemu musim dan banyak drama serta kontroversi yang lahir dari sana. Inilah yang membuat Madrid geram dan menilai Barca diuntungkan wasit serta memakai doping.
Tak terima pihak Madrid mengeluarkan pernyataan seperti itu, Barca lewat presidennya Rosell geram dan mengancam putus hubungan jika kejadian sama terulang lagi musim depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Real Madrid menyesalkan pernyataan yang dibuat hari ini oleh Presiden Barcelona, tetapi memahami bahwa pernyataan itu merupakan tanggapan terhadap tekanan yang datang kepada direksi, yang muncul dari sektor tertentu di media yang dekat dengan klub itu dan menuntut sikap lebih agresif terhadap entitas kami," ujar Madrid dalam situs resminya.
"Sindiran serius dan tidak benar dalam pidato itu berkaitan dengan sejumlah laporan mengenai penggunaan doping dalam bidang olahraga, tidak ada hubungannya (baik dalam hal asal maupun hasil) dengan Real Madrid. Kami tidak mengerti akan hal itu dan segera meminta semua pihak di klub ini secepatnya menyanggah pemberitaan yang sudah dipublikasikan itu."
"Penting diingat dalam menghadapi tekanan itu, Barcelona telah melakukan protes yang berlebihan kepada pelatih Real Madrid, sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya dalam hubungan kedua klub."
"Meski kejadian ini tak pernah terjadi sebelumnya dan pernyataan yang dibuat oleh Presiden dan demi kebaikan sepak bola, Real Madrid akan terus berusaha berhubungan baik dengan Barcelona, seperti yang selalu (Madrid) lakukan dengan setiap klub lain di Spanyol dan seluruh dunia."
"Terakhir, klub ingin menegaskan kembali komitmennya terhadap sportivitas dan nilai-nilai yang melekat dengan sepak bola, khususnya yang berkaitan dengan fair play dan usaha melawan rasisme. Klub menghormati seluruh elemen esensial dalam olahraga yang menjadi contoh yang sangat baik bagi anak-anak di seluruh dunia," demikian pernyataan Madrid di situs resminya.
(mrp/mrp)










































