Saat tengah menemani Real Madrid bertanding melawan sang seteru berat Barcelona di ajang Piala Super Spanyol, Mourinho kedapatan menjahili Tito Vilanova yang ada di kubu lawan.
Hal tersebut bak menambah panjang hal-hal kontroversial yang dilakukan oleh mantan manajer Chelsea tersebut, baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tidak mendapati ada yang salah dengan antuasiasmenya," ujar Ferguson kepada Corriere dello Sport yang dikutip ESPN Star.
"Saat aku muda aku juga menunjukkan antuasiasme besar di bench. Aku selalu menggerak-gerakkan tangan untuk memberi isyarat dan arahan," lanjutnya.
Antuasiasme meluap-luap, nilai Fergie, adalah bagian yang tidak terlepas dari Mourinho. Hal inipun diyakininya dapat diterima fans karena dilakukan demi timnya.
Salah satu contoh dari keekspresifan Mourinho itu adalah ketika dirinya berlari kencang-kencang usai Porto, yang saat itu ditangani, memastikan gelar juara Liga Champions 2004.
"Itu adalah tabiat Mourinho. Saat aku melihat Mourinho belari-lari heboh di Old Trafford ketik masih melatih Porto, aku bergumam kepada diriku sendiri, 'Apa aku juga biasa melakukannya?'," ujar Fergie.
"Orang-orang memahami antuasismenya. Fans mengerti bahwa ia bertarung untuk mereka dan juga skuad," simpulnya.
(krs/din)











































