Anggapan liga yang timpang itu kemudian bergulir menjadi anggapan bahwa La Liga tak lagi kompetitif. Dasar dari anggapan itu adalah betapa dominannya Barca dan Madrid dalam beberapa musim terakhir.
Simak catatan berikut: sejak musim 2004/05 hingga musim kemarin, dalam rentang tujuh musim, yang keluar sebagai juara hanya dua klub tersebut. Los Cules tampil sebanyak lima kali, sementara sisa dua musim lainnya diambil oleh El Real.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, benarkah La Liga hanya balapan dua klub raksasa tersebut?
"Itu adalah kebohongan besar. Klub lainnya juga berusaha sebisa mungkin dan selalu berusaha untuk menang," ujar gelandang Barca, Thiago Alcantara, seperti dilansir ESPN Star.
Di sisi lain, penyerang milik Atletico Madrid, Jose Antonio Reyes, merasa bahwa kekuatan finansial telah membuat Barca dan Madrid bisa membeli siapa pun. Hal itulah, menurutnya, yang membuat keduanya kian kuat dan makin sulit untuk ditandingi.
"Saya pikir, kelasnya Atleti sama seperti klub lainnya, dimulai dari posisi tiga. Artinya, setidaknya kita harus menargetkan finis di zona Liga Champions," tukasnya.
(roz/din)











































