Pada laga melawan Valencia, Barca meninggalkan tiga bek di lini belakang, yakni Javier Mascherano, Carles Puyol, dan Eric Abidal. Sementara posisi Alves dimajukan untuk melengkapi tiga gelandang lainnya, Xavi, Sergio Busquets, dan Seydou Keita.
Formasi tersebut menjadi rentan lantaran para pemain Barca saling menutup lubang satu sama lain. Ketika Alves sendirian menggempur dari sisi kanan, Valencia tinggal memasang satu orang, yakni Jordi Alba untuk mengawalnya. Sebaliknya, Los Ches jadi memiliki ruang untuk menyerang dari sisi kiri. Dan hal inilah yang dilakukan oleh Jeremy Mathieu sepanjang babak pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mundurnya Busquets, Xavi sendirian menghadapi Sergio Canales dan Ever Banega di tengah karena Seydou Keita pun harus menutup pergerakan sayap kanan Valencia, Pablo Hernandez. Xavi pun jadi kesulitan untuk melepaskan operan-operan pendek. Inilah yang membuat permainan Barca menjadi tidak berjalan.
Kendati demikian, sistem tersebut dipandang Xavi tak sepenuhnya buruk. "Sistem ini tak terlalu buruk. Mengingat kami adalah tim yang banyak menguasai bola, adalah ide yang bagus menambah satu orang lagi di lini tengah," ujarnya seperti dilansir ESPN Star.
"Pertandingannya sendiri menarik, dinamis, dengan perubahan-perubahan taktik dan beberapa gol tercipta. Meskipun saya tak suka hasil imbang, satu poin tidaklah buruk dalam situasi seperti itu," lanjutnya.
Di sisi lain, Xavi sendiri senang dengan kehadiran Cesc Fabregas dalam sistem permainan baru Barca. Menurutnya, Cesc membuat permainannya kini menjadi lebih lengkap.
"Saya pikir, Cesc membuat diri saya lebih baik," lugasnya.
(roz/mrp)











































