Penaklukan Mourinho terhadap Eropa dengan memenangi Liga Champions dimulai saat dia masih membela FC Porto di tahun 2004. Dua tahun lalu dia mengulang sukses serupa dengan mengantar Inter Milan menjadi kampiun Eropa.
Dua sukses besar tersebut melambungkan Mourinho sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia saat ini. Kondisi yang tak cukup memuaskannya karena dia punya target lain untuk kembali diraih, yakni memenangi Liga Champions untuk kali ketiga bersama klub berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluang Mourinho meraih trofi Liga Champions untuk kali ketiga memang terbuka lebar bersama Real Madrid. Mourinho punya bekal yang kebih dari cukup mengingat El Real memiliki skuad sangat baik.
"Tidak rumit mengantur tim ini. Apakah mereka menghormati saya? Mereka (pemain) melihat diri mereka sendiri sebagai sebuah ikon sepakbola dan mereka melihat ke saya juga sebagai sebuah ikon. Saya sama seperti mereka," lanjut Mourinho dalam wawancaranya dengan sebuah koran Turki dan diberitakan Marca.
"Sangat mudah mengatur tim jika Anda adalah seorang ikon sepakbola. Tak ada perbedaan status antara Anda dan mereka (pemain)," tuntas dia.
(din/a2s)










































