Terlepas dari kontroversi kepemimpinan wasit dalam laga kontra Espanyol pekan lalu, Barcelona harus menelan pil pahit saat harus puas dengan skor 1-1. Dengan Madrid kembali menang besar pada pertandingan lain, kini ada selisih lima poin antara kedua tim itu di posisi teratas.
Mengejar lima poin dengan masih ada 21 pertandingan tersisa tentu masih sangat mungkin dilakukan. Tapi Josep Guardiola pasti tahu kalau mengejar lima poin dari El Real akan beda dengan mengejar lima poin dari, misalnya, Valencia atau Sevilla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Betis dari sisi manapun harusnya bisa dipaksa bertekuk lutut di Camp Nou akhir pekan ini. Fakta bahwa Lionel Messi cs memetik delapan kemenangan dan sekali imbang dengan selisih gol 39-0 di kandang, menunjukkan sulitnya perjuangan tim tamu pada laga yang akan dilangsungkan Minggu (15/1/2012) waktu setempat tersebut.
Tapi Barca juga tak boleh lengah. Tahun lalu Josep Guardiola merasakan apa jadinya kalau turun bertanding dengan kepercayaan diri terlalu tinggi dan tak fokus pada laga yang dijalani. Di ajang Copa del Rey, Barca tunduk 1-3 di kandang Betis.
Di sisi lain, Real Madrid juga diprediksi akan bisa mempertahankan keungulan poinnya. Los Merengues akan melawat ke Mallorca pada Sabtu (14/1/2012) waktu setempat.
Selain kekalahan atas Barcelona, Madrid selalu menang dalam 12 pertandingan terakhirnya. Rangkaian hasil tersebut jelas membuat kepercayaan diri anak didik Jose Mourinho meninggi. Itu masih didukung dengan penampilan Karim Benzema yang konsisten mencetak gol demi gol.
Pada pertandingan lainnya, dua pelatih baru akan saling berhadapan saat Atletico Madrid bentrok dengan Villarreal. Los Colchoneros kini dibesut oleh Diego Simeone sementara The Yellow Submarine dinahkodai Jose Molina.
Uniknya, Molina dan Simeone pernah bahu membahu di Atletico Madrid pada pertengahan tahun 1990-an lalu. Di musim 1995/1996 keduanya sukses mengantar Atletico memenangi Liga Spanyol dan Copa del Rey.
(din/rin)











































