Mourinho bak Raja Midas, apa saja yang dipegangnya selalu berubah jadi emas (baca: kesuksesan). Ia sukses meraih double gelar (Piala UEFA dan Liga Champions) di FC Porto, memutus dahaga gelar Liga Inggris 50 tahun milik Chelsea, menyabet treble winner di Inter, dan membuat Real Madrid menghentikan dominasi Barcelona di La Liga.
Akan tetapi, Mourinho bukanlah tipikal pelatih yang betah berlama-lama di sebuah klub. Pria yang menyebut dirinya "The Only One" itu lebih suka melanglang buana dari satu klub ke klub lain. Maka tak usah heran jika suatu saat Mourinho sudah hijrah ke Parc des Princes, markas PSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira, meraih juara di negara lain adalah motivasi saya. Saya telah meraih gelar juara di empat negara berbeda, jadi kenapa tidak sekalian lima?" ujar Mourinho di Soccernet.
"Untuk saat ini, proyek PSG berada di tangan yang tepat dengan Carlo Ancelotti dan Leonardo. Jadi, untuk sekarang, PSG belum butuh pelatih baru.
"Saya menandatangani kontrak empat tahun bersama Real Madrid dan bahagia berada di sini, karena setelah melatih di Inggris dan Italia, saya merasa perlu menambahkan Madrid untuk curriculum vitae saya."
(a2s/roz)











































