Penilaian itu jamak untuk saat ini karena memang sejak kehadirannya di dunia sepakbola sembilan tahun lalu, Ronaldo kerap dinilai sebagai sosok yang ambisius dan arogan. Hal ini yang memang ditemui Caparros saat Mallorca dikalahkan 0-5 oleh Real Madrid, Senin (29/10) dinihari WIB lalu.
Usai mencetak gol keduanya di laga itu, Ronaldo kemudian melakukan selebrasi dengan menempelkan tangannya di kuping seperti memberi balasan kepada sebagian suporter tuan rumah yang memang mengejeknya di pertandingan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Statistik yang ada memang membuktikan (kemampuannya) tapi dalam situasi seperti ini dia sudah kehilangan semuanya," sambungnya.
Arogannya Ronaldo lah yang dinilai Caparros jadi nilai minus bagi pemain asal Portugal itu saat bertarung di pemilihan pemain terbaik dunia awal tahun depan. Meski punya prestasi bagus bersama Madrid musim lalu, Ronaldo masih kalah dibanding Lionel Messi, Andres Iniesta atau Iker Casillas yang sama-sama jadi favorit pemenang.
"Ballon d'Or itu punya banyak perhitungan, seperti ketika mereka memberinya kepada (Zinedine) Zidane atau Kaka. Itu memperhitungkan banyak hal, di dalam maupun luar lapangan. Jadi tidaklah aneh jika dia (Ronaldo) tidak memenanginya," demikian kata Caparros.
(mrp/rin)