Kedua gelandang top Eropa itu satu tim di Liverpool dari musim 2004-2009. Meski cuma memberi gelar Liga Champions, Piala Super Eropa dan Piala FA serta Community Shield, namun perpaduan permainan keduanya membuat lini tengah 'Si Merah' begitu tangguh saat itu.
Jika Alonso bertugas menjaga keseimbangan tim sekaligus membagi bola di lapangan tengah, Gerrard pun bisa dengan leluasa membantu penyerangan serta mencetak gol. Maka itulah sebelum Alonso hengkang ke Madrid tahun 2009, Gerrard begitu produktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami adalah sahabat dan tetap berhubungan sampai saat ini. Dia sangat berpengaruh untukku. Ketika aku baru bermain di Liverpool, aku masih berumur 22 tahun dan dia adalah kapten, dia adalah simbol klub," ujar Alonso kepada Real Madrid TV seperti dilansir Soccerway.
"Dia adalah panutanku, cara dia bersikap dengan rekan-rekanku dan suporter sama baiknya. Aku belajar banyak darinya," sambungnya.
"Sebagai kapten dia memikul semua tanggung jawab sebagai kapten dan dia adalah kapten yang sempurna untuk Liverpool, bukan hanya karena di adalah pemain hebat tapi dia mewakili nilai-nilai klub itu."
Tak hanya memuji Gerrard sebagai individu top di luar lapangan, Alonso pun juga menilai jika pesepakbola 32 tahun itu cocok untuk bermain di tim maupun negara manapun dengan kemampuan hebatnya sebagai gelandang.
"Dia bisa bermain di timnas manapun di dunia karena dia sangat berkualitas."
"Dia fleksibel. Dia bisa bermain di sepakbola Inggris yeng cepat atau dia bisa menguasai bola dengan sangat baik. Dia adalah pemain yang sangat cerdas, jadi dia bisa bermain di manapun - bukan hanya di timnas tapi di tim manapun. Tapi adalah one man club dan itulah yang sangat kukagumi," pungkas Alonso.
(mrp/mfi)











































