Carlo Ancelotti: Tiga Negara dan 14 Gelar Juara

- Sepakbola
Rabu, 26 Jun 2013 14:33 WIB
Carlo Ancelotti: Tiga Negara dan 14 Gelar Juara
Getty Images
Jakarta - Carlo Ancelotti menjadi pilihan terbaik yang bisa didapat Real Madrid sepeninggal Jose Mourinho. Jauh lebih tenang, Ancelotti punya punya cara yang berbeda membangun sukses sebuah tim. Don Carletto dianggap punya segalanya.

Euforia yang dirasakan fans Madrid terkait kedatangan Ancelotti ke bisa jadi tak sebesar tiga tahun lalu, saat Mourinho memutuskan meninggalkan Inter Milan dan menerima pinangan El Real. Itu agak bisa dimaklumi, Ancelotti memang tak dapat sorotan sebanyak Mourinho. Juga tak punya banyak kisah kontroversial, yang seperti Mourinho membuat dia makin sering masuk halaman koran.

Ancelotti malah dianggap telah dinilai di bawah kemampuannya. Padahal, jika melihat apa yang sudah dia torehkan selama ini, pria 54 tahun itu adalah salah satu yang terbaik sekaligus tersukses yang ada di Eropa saat ini.

Lantas, apa yang dibawa Ancelotti ke Bernabeu? Ancelotti punya pengalaman yang luar biasa, mentalitas juara dan pastinya dia sangat baik secara taktik bermain. Ancelotti disebut sebagai pelatih yang selalu punya hubungan baik dengan pemain, yang membuat dia bisa mengeluarkan kemampuan terbaik anggota skuatnya. Ingat bagaimana dia 'menemukan' Andrea Pirlo dan kemudian mempertahankan John Terry sebagai kapten The Blues saat diterpa isu perselingkuhan?

Sebagai Italiano dia jelas sangat tahu bagaimana cara bertahan, sebagaimana Milan menunjukkan hal itu saat dua kali menjuarai Liga Champions. Dan di saat bersamaan, Rossoneri -- serta Chelsea -- juga dibuatnya menjadi tim yang punya lini depan sangat baik bersama nama-nama seperti Shevchenko, Ronaldo, Ronaldinho, Inzaghi hingga Didier Drogba dan Nicolas Anelka.

"Saya sudah pernah bekerja dengan pelatih-pelatih hebat, tapi tidak pernah dengan seorang pelatih yang punya hubungan seperti ia dengan para pemainnya. Itu adalah kunci kesuksesannya. Dan ia elegan, bahkan saat ia sedang berbicara. Metodenya lembut dan amat sabar. Ia membuat para pemain merasa aman," puji Zlatan Ibrahimovic pada Ancelotti.

"Dari semua pelatih yang pernah bekerja sama dengan saya, ia yang menangani tim dengan paling tenang. Ia menyimpan kerisauan dan ketegangannya sendiri sehingga tim tetap tenang," komentar Paolo Maldini.

Skill unik lain yang dipunya Ancelotti adalah kemampuannya untuk bertahan saat berhadapan dengan para bos besar, yang umumnya egois, tak sabaran dan penuh campur tangan. Delapan tahun kebersamaan dengan Silvio Berlusconi di Milan menunjukkan hal tersebut, juga saat berelasi dengan Roman Abramovic di Stamford Bridge.