Barca memang terlalu dominan di La Liga musim lalu dengan keunggulan sekitar 11 poin dari Real Madrid ketika musim usai dan meraih 100 poin, menyamai perolehan rivalnya dua musim lalu itu.
Namun dominasi Barca di liga tak terlihat di Eropa karena mereka justru tersingkir secara memalukan dari Bayern Munich setelah kalah agregat total 0-7 di semifinal Liga Champions. Sementara di Copa del Rey pun mereka juga terhenti di fase yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kritik untuk Barca tidaklah adil. Kami juara La Liga! Saya sudah kerap melalui musim tanpa gelar dan statistiknya begitu luara biasa," ujar Puyol di Football Espana.
"Kami harus menganalisa bagaimana harus melawan tim seperti itu (Bayern) dan melihat-lihat lagi apa saja yang kami lalui selama lima tahun ini, apa yang kami menangi dan tidak kami menangi," sambungnya.
Disebut-sebut Barca terlalu bergantung pada Lionel Messi yang musim lalu mencetak 60 gol dan begitu Messi absen, Azulgrana pun kelimpungan. Apalagi banyak pemain Barca yang musim lalu harus bolak-balik ruang perawatan.
"Semua ini juga diperparah dengan badai cedera di masa-masa krusial. Sulit bagi kami bermain dengan Messi yang baru sembuh dari cedera," katanya.
"Leo adalah pemain penting bagi kami. Tim mana yang tak ingin kehilangan pemain seperti ini? Ini seperti memisahkan Real Madrid dan Cristiano Ronaldo."
"Barca punya banyak pemain hebat tapi Messi membuat kami lebih percaya diri. Dia bisa membuat perubahan."
(mrp/din)











































