Alvaro Morata mulai mengusik posisi Karim Benzema di tim utama, membuat bomber asal Prancis itu terlihat dilupakan. Bagaimana nasib Benzema dengan adanya Morata?
Pertanyaan soal Benzema dan Morata ini mulai muncul belakangan setelah keran gol Benzema sedang mampet dan Morata jadi salah satu pahlawan Madrid ketika mengalahkan Levante akhir pekan lalu.
Padahal performa Benzema di awal-awal musim ini tidaklah jelek. Tanpa adanya Gonzalo Higuain, yang sudah hengkang ke Napoli, dia diplot sebagai penyerang bertipe "nomor 9" di lini depan Madrid. Benzema pun membayar kepercayaan itu dengan mencetak dua gol dalam dua laga perdana di La Liga musim ini --menghadapi Real Betis dan Granada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, setelahnya Benzema belum mencetak gol lagi. Lima laga di semua kompetisi dilewatinya dengan nihil gol. Dalam lima laga itu, Benzema selalu jadi starter, tetapi hanya dua di antaranya dia melakoni laga sampai habis 90 menit. Sisa tiga laga lainnya dia selalu digantikan pemain lain di babak kedua.
Mengingat Morata tampil apik akhir pekan lalu, ada kemungkinan Carlo Ancelotti mulai berpikir untuk memberi kesempatan Morata jadi starter dan mencadangkan Benzema. Namun, menurut eks bek Barcelona, Eric Abidal, ini bukanlah solusi yang tepat.
"Saya yakin Karim akan melewati masa-masa sulit ini. Tapi, saya pikir mencadangkannya bukanlah solusi yang tepat," ujarnya kepada BeIN Sport.
Di sisi lain, Abidal menyebut bahwa Morata memang punya potensi bagus. Tetapi, striker berusia 20 tahun itu dinilai belum seberpengalaman Benzema.
"Dia belum punya pengalaman seperti Benzema, tapi dia muda, antusias, dan punya lebih dari sekadar talenta untuk Madrid. Ini adalah kompetisi yang bagus untuk Karim," kata Abidal.
Well, semua sekarang tinggal tergantung Ancelotti.
(roz/din)










































