Pelatih Barca Gerardo Martino dan pelatih Madrid Carlo Ancelotti, akan menjalani debut El Clasico, Sabtu (26/10/2013) malam WIB di Camp Nou. Dua pelatih ini disebut punya tekanan berbeda jelang laga panas tersebut.
Martino diuntungkan dengan sistem dan gaya bermain Barca yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun. Terbukti dari start apik Los Cules musim ini, belum terkalahkan di sembilan laga (delapan menang, satu imbang) dan memuncaki klasemen sementara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka tak mengherankan Los Blancos belum mendapatkan hasil maksimal. Meski melaju mulus di Liga Champions, Madrid tercecer di urutan ketiga La Liga di bawah Atletico Madrid.
"Barcelona sudah bermain dengan cara yang sama selama lima tahun, mereka sudah punya sebuah struktur. Sementara Ancelotti belum menemukan sebuah gaya permainan. Sampai sekarang, semua pertandingan tandang mereka berjalan buruk, dalam konteks permainan," ujar mantan pemain Barceloa Jose Bakero seperti dikutip AS.
"Martino tahu bahwa dia masih perlu mengenal lebih baik para pemain dan klub ini, tapi dengan struktur yang sudah mapan, mereka membuatnya bekerja secara rileks, terlepas dari hasilnya nanti. Sementara Madrid belum punya gaya permainan," tambah pria yang memenangi empat titel La Liga dan satu titel Piala Champions (Liga Champions) ini.
Bermain tandang, Madrid memang punya catatan kurang baik. Meski dari empat laga tandang mereka belum terkalahkan (tiga menang, satu imbang), namun mereka sudah kebobolan lima gol dan mencetak delapan gol. Sementara di kandang, dari lima laga (empat menang, satu kalah), mereka baru kebobolan empat dan sudah mencetak 11 gol.
(din/nds)











































