Pindah di umur yang masih muda dan menanggung harga transfer tinggi, membuat Neymar awalnya diprediksi bakal kesulitan beradaptasi di Barcelona.Tapi faktanya Neymar justru sudah merasa kerasan.
Setelah dua tahun dikejar-kejar oleh klub Catalan itu, Neymar akhirnya pindah musim panas lalu dari Santos ke Barca dengan banderol 57 juta euro. Jumlah yang terhitung sangat tinggi bagi pesepakbola yang baru berumur 21 tahun.
Apalagi Neymar belum pernah merasakan ketatnya sepakbola Eropa meski ia berstatus sebagai bintang di Liga Brasil. Keraguan boleh jadi terus menggelayuti Neymar sejak kedatangannya di Barca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 13 pertandingan yang sudah dilalui, Neymar bikin empat gol dan 11 assist di seluruh kompetisi. Dengan absennya Messi, ia pun kini jadi tumpuan Barca di lini depan.
"Ini adalah momen yang tepat untuk meninggalkan Brasil. Aku sudah memilih klub yang luar biasa untuk tempat bermainku -- mereka menyambut dengan tangan terbuka," ujar Neymar seperti dilansir Football Espana.
Salah satu faktor penting yang membuat proses adaptasi Neymar berjalan baik adalah keberadaan Dani Alves, kompatriotnya di timnas Brasil sekaligus sahabat di luar lapangan.
"Anda harus punya teman baik yang selalu membantu Anda mencari hal-hal yang dibutuhkan. Aku punya Dani, yang sangat membantu proses adaptasiku, baik di klub maupun di luar," sambungnya.
"Dia adalah seseorang yang banyak membantuku, dan juga keluargaku. Keluargaku akan selalu membantuku seperti yang sudah-sudah."
"Aku beradaptasi dengan baik. Aku berusaha semaksimal mungkin untuk tim. Jelas di awal memang berjalan sulit untuk Anda -- Anda harus bermain sedikit lebih lambat, tapi perlahan-lahan aku bisa lebih baik."
"Ada perbedaan di dalam maupun luar lapangan. Di sini Anda harus belajar untuk hidup dan menjadi pesepakbola profesional yang baik."
"Di Brasil, jika Anda bermain bola maka Anda bahagia. Jika Anda bahagia, maka segalanya akan berjalan baik-baik saja," demikian dia.
(mrp/din)











































