Pique: Madrid Menderita Melihat Barca Berjaya

Pique: Madrid Menderita Melihat Barca Berjaya

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 03 Jan 2014 04:05 WIB
Pique: Madrid Menderita Melihat Barca Berjaya
Getty Images Sport/Manuel Queimadelos Alonso
Barcelona - Bek Barcelona Gerard Pique melontarkan pernyataan pedas untuk sang rival, Real Madrid. Kesuksesan yang diraih Barca beberapa tahun belakangan disebutnya telah membuat Madrid menderita.

Sejak beberapa tahun terakhir, Barca menjadi tim yang superior di Spanyol bahkan di Eropa dan dunia. Sentuhan pelatih Pep Guardiola jadi tonggak kesuksesan tim Catalan tersebut, yang kemudian coba diteruskan oleh Tito Vilanova --mundur karena alasan kesehatan-- dan Gerardo Martino musim ini.

Sejak 2008, tahun di mana Guardiola mulai melatih, hingga musim ini total 16 gelar telah mereka raih. Rinciannya adalah empat titel La Liga, dua Copa del Rey, empat Piala Super Spanyol, dua Liga Champions, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antar Klub.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di sisi lain, Madrid dalam periode tersebut hanya mampu meraih empat titel, antara lain satu gelar liga, satu Copa del Rey, dan dua Piala Super Spanyol.

Melihat timpangnya perolehan trofi, tak mengherankan jika Madrid hampir selalu melakukan manuver agresif di bursa transfer. Dalam lima musim terakhir, sejumlah pemain bintang didatangkan seperti Gareth Bale, Isco Alarcon, Luka Modric, Angel Di Maria, Cristiano Ronaldo, dan Xabi Alonso. Begitu juga di sektor pelatih, di mana sosok sekelas Jose Mourinho pernah duduk di kursi panas hingga digantikan Carlo Ancelotti musim ini.

"Bagi Real Madrid, sangat sulit untuk mereka melihat rival utamanya memenangi begitu banyak trofi. Itu telah jadi topik kita selama beberapa musim terakhir," kata Pique kepada Sport dan dikutip AS.

"Ini benar-benar menyakitkan untuk mereka. Anda harus menerima kenyataan bahwa Anda kadang menang dan kadang kalah," lanjutnya.

"Ini adalah siklus dan untuk saat ini, adalah Barca yang berada di atas. Rivalitas antara tim kami adalah rivalitas bersejarah dan Anda selalu ingin rival utama Anda menderita," ujar bek 26 tahun ini.

Madrid beberapa tahun sebelumnya juga pernah mengalami masa jaya, tepatnya di masa pergantian milenium antara tahun 1998-2003. Di kurun waktu tersebut, mereka memenangi 12 gelar di antaranya dua titel liga, satu Copa del Rey, dua Piala Super Spanyol, tiga Liga Champions, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Interkontinental.

Musim ini, Los Blancos masih tertinggal lima poin dari Barca dan Atletico Madrid di liga. Sementara di dua kompetisi lainnya yakni Copa del Rey dan Liga Champions, mereka masih terus melaju.

(raw/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads