Bom Tak Ditemukan di Bernabeu

Bom Tak Ditemukan di Bernabeu

- Sepakbola
Senin, 13 Des 2004 07:18 WIB
Jakarta - Presiden Real Madrid Florentino Perez mengatakan aparat keamanan telah menyelesaikan pencariannya dan tidak menemukan bom yang mengancam Santiago Bernabeu.Demikian disampaikan Perez tak lama setelah stadion Real Madrid itu dikosongkan dari penonton, menyusul datangnya ancaman bom dari kelompok separatis Basque, ETA."Polisi mengatakan mereka telah merampungkan pencariannya dan tidak menemukan apapun. Hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah meninggalkan mimpi buruk itu," ujar Peres kepada stasiun tv TeleMadrid yang dilansir Reuters.Seperti diberitakan sebelumnya, sewaktu pertandingan Real Madrid vs Real Sociedad tersisa tiga menit, seorang ofisial ke lapangan untuk menghampiri wasit. Keduanya terlibat perbincangan pendek sebelum sang wasit tergesa-gesa meniup peluitnya dan mengakhiri pertandingan. Para pemain dan ofisial diminta masuk ke ruang ganti, sementara sekitar 70 ribu penonton mulai berhamburan meninggalkan tempat duduknya. Evakuasi terpaksa dilakukan setelah ada ancaman bom di stadion tersebut."Saya tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Olahraga semestinya berada di atas semua ini," komentar gelandang Los Galacticos Guti kepada radio Cadena Ser.Adalah harian Gara pihak pertama yang mengetahui ancaman itu. Mereka menerima telepon dari seseorang yang mengatasnamakan ETA, bahwa ada bom yang akan meledak di bagian bawah stadion Bernabeu pada pukul 21.00 waktu setempat, Minggu (12/12/2004).Bernabeu sebelumnya pernah dijadikan target teror serupa oleh ETA. Pada Mei 2002 sebuah mobil bom ETA meledak di dekat stadion tersebut beberapa jam sebelum Real Madrid dan Barcelona bertanding di semifinal Liga Champions. Sebanyak 17 orang mengalami syok dan cedera ringan. ETA juga memberi peringatan serangan itu dengan menelepon Gara.Minggu ini menjadi pertanda kebangkitan kekerasan ETA setelah relatif tidak aktif dalam beberapa bulan terakhir. Senin lalu mereka memasang bom di tujuh kota di Spanyol dan mencederai lima orang pada perayaan Constitution Day. Tiga hari sebelumnya ETA juga meledakkan bom di lima stasiun di kota Madrid, yang menjadi serangan pertama di ibukota Spanyol itu dalam dua tahun. Aktivitas teror kelompok ini rupanya masih gencar meskipun tahun ini aparat telah menangkap lebih dari 100 orang anggotanya.ETA adalah kelompok militan bersenjata paling aktif di kawasan Eropa barat dan dikategorikan sebagai teroris oleh Uni Eropa. Kelompok ini telah membunuh hampir 850 orang sejak 1968 melalui pemboman dan penembakan. Tuntutan mereka adalah agar Basque merdeka dari Spanyol dan Prancis. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads