Barca Marah dan Merasa Jadi Korban Ketidakadilan

Barca Marah dan Merasa Jadi Korban Ketidakadilan

- Sepakbola
Jumat, 04 Apr 2014 04:31 WIB
Barca Marah dan Merasa Jadi Korban Ketidakadilan
Reuters/Gustau Nacarino
Barcelona - Barcelona tak terima dihukum berat oleh FIFA dan dituding melakukan transfer ilegal. Klub raksasa Spanyol itu marah dan merasa telah menjadi korban ketidakadilan.

Barca dianggap bersalah melanggar regulasi article 19 soal kontrak pemain di bawah 18 tahun. Dalam selang 2009 sampai 2013 FIFA mengklaim menemukan setidaknya 10 pelanggaran transfer. Barca pun dijatuhi hukuman larangan transfer selama 14 bulan plus denda sebesar 305.000 euro atau sekitar Rp 4,7 miliar.

Sanksi FIFA tersebut membuat Blaugrana tidak bisa melakukan jual atau beli pemain pada dua bursa transfer, yakni musim panas 2014 dan musim dingin 2015. Aktivitas transfer mereka baru akan kembali normal pada musim panas 2015.

Barca akan mengajukan banding atas hukuman ini. Kalau memang diperlukan, mereka juga akan membawa kasus tersebut ke CAS (Court of Arbitration for Sport).

"Kami marah dan merupakan korban dari ketidakadilan yang parah," kata Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu, yang dikutip Sky Sports.

"Dengan sanksi ini, FIFA sedang menghukum sebuah model yang telah ada selama 35 tahun dan yang merupakan inti dari klub ini."

"FIFA tahu bahwa kami melakukan segalanya dengan baik dan kami merawat anak-anak dan memberi mereka pendidikan yang mungkin tak akan mereka dapatkan di negara mereka sendiri."

"Kami tidak akan menghentikan model pendidikan kami. Kami telah membela, terus membela, dan akan selalu membela hak-hak anak di bawah umur."

"Jangan ganggu La Masia. Itu adalah pesan yang ingin kami sampaikan kepada para member kami dan suporter. Jangan ganggu La Masia."

"Kami akan berjuang sampai akhir untuk melindungi model ini karena model ini telah menjadikan tim utama kami sebagai pemimpin di dunia sepakbola."

"Kami sangat percaya kepada para pengacara kami dan mereka bilang kepada kami bahwa kami punya dasar yang bagus untuk berpikir bahwa sanksi itu akan dicabut," kata Bartomeu.

(mfi/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads