Ancelotti dan Martino sama-sama merupakan pendatang baru di La Liga. Ancelotti menggantikan Jose Mourinho di Madrid, sementara Martino mengisi kursi entrenador Barca yang ditinggalkan Tito Vilanova.
Sampai saat ini, Madrid-nya Ancelotti sedikit lebih unggul dibandingkan Barca-nya Martino. Di klasemen La Liga, Madrid berada di atas Barca. Adapun di Liga Champions Los Blancos lolos ke semifinal sedangkan Blaugrana sudah tersisih.
Hanya saja, ketika kedua tim berduel, Barca selalu keluar sebagai pemenang. Dalam dua pertandingan El Clasico musim ini, mereka menang 2-1 dan 4-3 atas Madrid.
Ancelotti mengatakan, tugasnya menggantikan Mourinho tidak seberat pekerjaan Martino yang harus melatih sebuah tim dengan gaya permainan yang sangat khas.
"Saya harus mengakui bahwa Mourinho hanya dibicarakan di ruang ganti pada bulan Agustus, ketika kami bertemu dia dalam turnamen (pramusim). Sejak saat itu tak pernah lagi," ucap Ancelotti dalam wawancaranya dengan El Mundo.
"Melihat Barca, saya pikir mereka lebih sulit dilatih daripada tim-tim lainnya karena selama bertahun-tahun di sana ada filosofi yang sangat tepat yang telah mendatangkan hasil-hasil bagus dan itu tidak boleh berubah," tambahnya.
"Martino tampaknya orang yang serius. Ada hari-hari bagus untuknya, tapi dia belum dipuji," kata mantan pelatih Juventus, AC Milan, dan Paris Saint-Germain ini.
"Di sana ada banyak histeria. Dalam beberapa jam, Anda bisa berubah dari seorang genius menjadi bencana," ujar Ancelotti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(mfi/rin)











































