Diego-Diego Senjata Atletico

Diego-Diego Senjata Atletico

- Sepakbola
Selasa, 15 Apr 2014 10:00 WIB
Diego-Diego Senjata Atletico
REUTERS
Madrid -

Atletico Madrid menjadi sensasi tersendiri baik di Liga Spanyol maupun Liga Champions. Empat 'Diego' tak dipungkiri menjadi kekuatan tersendiri Los Colchoneros.

Di kompetisi La Liga, Atletico menjadi "perusak" dominasi Real Madrid dan Barcelona dengan memuncaki klasemen sementara hingga pekan ke-33. Pun di kompetisi Eropa, mereka masih bertahan dan telah sampai di babak empat besar alias semifinal.

Otak Atleti tentu saja ada pada sang pelatih, Diego Simeone. Mantan pemain Argentina itu membuktikan bahwa tim "sederhana" bisa mengganggu hegemoni klub-klub besar dan mapan. Mulai bekerja di Estadio Vicente Calderon pada Desember 2011, di akhir musim itu ia langsung mempersembahkan gelar Europa League.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di awal musim berikutnya, ia juga membawa Atletico mengalahkan Chelsea untuk merebut Piala Super Eropa. Dan di musim ini, untuk pertama kalinya dalam lebih dari 40 tahun, Atletico diantarkan Simeone menembus semifinal Liga Champions.

"Kerja kerja keras dan rendah hati," demikian prinsip Simeone dalam kepemimpinannya.

Selain di tangan Diego yang menjadi entrenador, moncernya Atleti musim ini juga tak bisa dilepaskan dari tiga pemain bernama Diego. Uniknya, tiga Diego lain punya paspor berbeda-beda.

Diego Costa menjadi nama yang paling santer dibicarakan dengan kontribusi yang signifikan kepada laju tim sejauh ini. Atleti tak butuh waktu lama untuk mencari pengganti Radamel Falcao yang hijrah ke AS Monaco. Costa mengisi tempat pemain Kolombia itu. Sebanyak 26 gol dibuatnya di La Liga musim ini. Dia juga berperan pada laju timnya ke Liga Champions dengan menceploskan tujuh gol.

Saat striker kelahiran Brasil tapi memilih timnas Spanyol itu cedera, Atletico masih punya Diego lainnya. Diego yang dari Brasil ini didatangkan dari Wolfsburg pada transfer musim dingin tahun ini. Sejak itu Diego Ribas da Cunha baru empat kali mendapatkan posisi sebagai starter.

Pernah bermain pula untuk Werder Bremen dan Juventus, Diego Ribas da Cunha adalah seorang gelandang serang yang tipikal seorang playmaker. Ia memang tidak reguler menjadi pemain utama, tapi kerap menjadi pembeda.

Salah satu performa terbaik Diego adalah ketika tendangan dia mengoyak gawang Jose Manuel Pinto dan memaksa Barcelona imbang 1-1 di leg pertama babak perempatfinal Liga Champions.

Tak hanya membuat kedudukan imbang dan memperlebar jalan Atletico mendapatkan tiket semifinal saat itu, gol Diego mendapatkan banyak apresiasi. Marca menyebut gol tersebut sebagai kandidat gol terbaik Liga Champions.

Tak berjeda lama, Atletico memunculkan Diego lain. Godin yang ini berposisi bek dan selalu menjadi pilihan utama Simeone. Dia bukan dari Argentina, Brasil atau Spanyol. melainkan Uruguay.

Godin membuat satu gol saat Atletico memetik kemenangan 2-0 atas Getafe. Bisa bikin gol memang cukup memuaskan, terlebih bisa membuat tim mendapatkan tiga poin. Tapi ada yang menganggu Godin di laga itu.

"Adalah penting untuk menjaga jarak yang cukup lebar dengan Madrid dan Barcelona. Kemenangan adalah kemenangan, tapi jadi lebih pahit dengan cederanya Diego Costa," ungkap Godin seperti dikutip Four Four Two.

(fem/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads