Laga final Copa del Rey di Mestalla, Kamis (17/4/2014) dinihari WIB, akan menjadi kesempatan bagi Martino untuk mempersembahkan trofi keduanya untuk Barca. Pada awal musim, pelatih asal Argentina itu sudah memberi titel Piala Super Spanyol untuk Blaugrana.
Tapi, Barca punya modal yang tidak ideal untuk menghadapi Madrid di final. Mereka menelan dua kekalahan secara berturut-turut, dari Atletico Madrid di Liga Champions dan dari Granada di liga. Dua-duanya dengan skor 0-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kami bermain bagus, kami akan menang. Tim ini tahu bagaimana untuk bermain bagus dan menang," ujar Martino di AS.
"Kami menginginkan sesuatu yang sudah kami lihat dari para pemain ini," imbuhnya.
"Saya tahu apa yang diharapkan suporter dari tim ini. Tapi, mereka juga harus memahami bahwa Anda tidak akan menjadi yang terbaik di dunia setiap tahun," kata Martino.
Sejak ditunjuk menjadi pelatih Barca, Martino sudah menghadapi dua laga El Clasico dan selalu menang. Dia mengantarkan The Catalans menang 2-1 di Camp Nou dan 4-3 di Santiago Bernabeu.
"Dua El Clasico yang sudah kami mainkan sejauh ini sangat bagus. Sudah mengalahkan mereka dua kali tidak memberi saya kenyamanan apapun. Ketika Anda memenangi satu pertandingan, Anda merayakan dengan cara yang berbeda, dan tidak ada gunanya merayakannya selain karena tiga poin," kata Martino.
(mfi/krs)











































