Tantangan untuk Sang Juara Bertahan Atletico Madrid

Jelang La Liga 2014/2015

Tantangan untuk Sang Juara Bertahan Atletico Madrid

- Sepakbola
Senin, 18 Agu 2014 12:27 WIB
Tantangan untuk Sang Juara Bertahan Atletico Madrid
AFP/CRISTINA QUICLER
Jakarta - Selama beberapa musim terakhir belum ada lagi klub yang sukses mempertahankan gelar La Liga. Lalu bagaimana dengan Atletico Madrid yang musim ini harus kehilangan topskorernya dan kiper terbaik La Liga musim lalu?

Sejak Barcelona tiga kali menjuarai La Liga periode 2008-2011, belum ada lagi klub yang berhasil mempertahankan gelar dengan Real Madrid, Barca, dan Atletico secara silih-berganti tampil sebagai kampiun di akhir musim.

Di tengah-tengah kompetisi yang secara tradisi didominasi oleh dua kekuatan, Barca dan Madrid, capaian Atletico musim lalu itu secara khusus jadi kesuksesan tersendiri. Sebelum musim 2013-14, kali terakhir ada tim yang berhasil memecah dominasi Barca dan Madrid di La Liga adalah Valencia musim 2003–04.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, di tengah-tengah ketatnya persaingan selama beberapa musim terakhir, ditambah dengan tradisi dominasi El Barca dan El Real, tentu tidaklah mudah buat Los Colchoneros untuk mempertahahankan gelar juara La Liga.

Sudah begitu Atletico mesti berupaya mempertahankan gelar tanpa Diego Costa, pemain tersuburnya musim lalu yang mencetak total 38 gol di seluruh ajang, dan kiper Thibaut Cortouis yang musim lalu menyabet Trofi Zamora sebagai penanda kiper terbaik La Liga dengan persentase kebobolan 0,65 gol per laga. Keduanya, bersama bek kiri Filipe Luis, pada musim ini akan berkiprah bersama klub Inggris Chelsea.

Namun demikian, Atletico juga bukannya tidak berupaya memperkuat diri. Pemain-pemain tak kalah hebat di berbagai posisi telah didatangkan, seperti Mario Mandzukic, Antoine Griezmann, Raul Jimenez, Jan Oblak, Guilherme Siqueira, dan Angel Correa. Selain itu tim besutan Diego Simeone tersebut juga berhasil mempertahankan sejumlah pilarnya seperti Koke, Arda Turan, Miranda, Diego Godin, dan Juanfran.

"Cara main tim ini tertanam sangat dalam, tulang punggung tim juga masih bertahan dan konsep permainan kami sangatlah jelas," tegas kiper Miguel Angel Moya, salah satu pemain anyar Atletico, dalam wawancara yang dilansir Team Talk.

Menurut hitungan Transfermarkt, Atletico mengucurkan 101,5 juta euro untuk berbelanja pemain musim panas ini, dengan Griezmann menjadi pemain termahal--30 juta euro. Sebaliknya Atletico mendapat 87,50 juta euro dari penjualan pemain, di mana Diego Costa menjadi yang termahal--38 juta euro.

Keberhasilan Atletico pada musim lalu sangat mungkin juga sudah mengusik Barca dan Madrid sebagai dua tim raksasa La Liga. Keduanya pun kini seperti berlomba membenahi kekuatan agar bisa sesegera mungkin kembali mencengkeram titel La Liga.

Sebagai catatan, musim lalu Atletico meraih titelnya yang ke-10 di La Liga (1939–40, 1940–41, 1949–50, 1950–51, 1965–66, 1969–70, 1972–73, 1976–77, 1995–96, 2013–14). Madrid masih menjadi tim tersukses di ajang tersebut dengan 32 gelar, disusul kemudian oleh Barca dengan 22 titel. Selain ketiga tim tersebut, tak ada lagi klub yang koleksi gelarnya di La Liga mencapai bilangan dua digit.

Barca, yang pada musim ini akan ditangani oleh Luis Enrique, di antaranya sudah mendatangkan Luis Suarez dan Ivan Rakitic untuk melengkapi kombinasi Neymar dan Lionel Messi. Sementara Madrid menambah koleksi pemain bintangnya dengan pemain macam Toni Kroos dan James Rodriguez.

Pada musim lalu, dengan label underdog, Atletico justru bisa memecah dominasi dua raksasa La Liga. Keberhasilannya mencapai final Liga Champions, meski akhirnya dikalahkan Madrid, juga terbilang menjadi sebuah torehan istimewa.

Pada musim ini, dengan predikat juara bertahan, Rojiblancos akan kembali berusaha menjadi kekuatan ketiga di antara dua raksasa La Liga dan meraih sukses di ajang-ajang lainnya. Tidak akan mudah, meski juga tak mustahil.

Setidaknya perkara mempertahankan titel La Liga juga tidak asing-asing amat untuk Atletico yang sebelum ini pernah dua kali menjuarai La Liga secara beruntun, kendatipun sudah amat lama berselang, yakni musim 1939-40 dan 1940–41 dengan nama Atletico Aviacion, lalu musim 1949–50 dan 1950–51.

Hasil pramusim Atletico:
Atletico Madrid 1-0 CD Numancia (23/07/2014)
San Jose Hearthquakes 0-0 Atletico de Madrid (28/07/2014)
America de Mexico 0-0 Atletico de Madrid (31/07/2014
Galatasaray 0-0 Atletico de Madrid (06/08/2014)
Wolfsburgo 1-5 Atletico de Madrid (10/08/2014)
Cadiz CF 0-1 Atletico de Madrid (15/08/2014)
Atletico de Madrid 2-0 U.C. Sampdoria (16/08/2014)

Lima laga awal Atletico di La Liga:
Rayo Vallecano vs Atletico de Madrid (25/08/2014)
Atletico de Madrid vs SD Eibar (30/08/2014)
Real Madrid vs Atletico de Madrid (13/09/2014)
Atletico de Madrid vs Celta (20/09/2014)
UD Almeria vs Atletico de Madrid (24/09/2014)



(krs/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads