Suarez, terlepas dari segala kontroversi yang meliputi dirinya mulai dari aksi menggigit pemain, pelecahan berbau rasial, diving, licik, dan sebagainya, tak dipungkiri sudah berkembang sebagai salah satu pesepakbola terbaik dunia dalam 2-3 tahun terakhir ini.
Terima kasih kepada Liverpool yang sudah membawanya ke Premier League dan di sanalah Suarez ditempa. Total 69 gol dari 110 penampilan selama 3,5 musim berkarier di liga itu sudah cukup memperlihatkan ketajaman penyerang Uruguay itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Performa yang membuatnya dianugerahi gelar pemain terbaik Liga Inggris versi pemain profesional dan juga jurnalis. Ini juga yang kian membuatnya dipuja-puji oleh fans Liverpool.
Sayangnya cuma sampai musim lalu saja Suarez berseragam merah-merah dan setelah kasus gigitannya kepada Giorgio Chiellini di Piala Dunia lalu menjadi headline di mana-mana, Suarez memutuskan pergi ke Barcelona.
Barcelona, kota di mana keluarga sang istri, Sofia, bermukim dan klub yang sudah jadi impian Suarez sejak kecil. Memang Real Madrid atau Barca kerap jadi klub-klub tujuan para pemain latin.
Dibanderol dengan harga 75 juta poundsterling, Suarez pun masuk dalam daftar pemain termahal. Dengan harga semahal itu pula, kira-kira apa yang bisa Suarez berikan pada Barca?
Jelas kedatangan Suarez akan bikin Barca kian mengerikan. Lihat saja trio lini depan Los Cules yang akan diisi Suarez-Lionel Messi-Neymar dan boleh dibilang hanya bisa ditandingi oleh trio milik Madrid, Cristiano Ronaldo-Gareth Bale-James Rodriguez/Karim Benzema.
Namun sehebat apapun Suarez, dia juga harus bisa lebih dulu mengatasi yang namanya Messi. Bukan rahasia jika selama ini pusat permainan Barca terletak pada pemain Argentina itu.
Jika selama ini Suarez selalu jadi bintang utama dari tim-tim yang diperkuatnya, kini pemain 27 tahun itu harus rela cuma jadi nomor dua atau bahkan nomor tiga di bawah Neymar. Kini Suarez harus bisa membuktikan selama berseragam Barca, ia bukan pilihan nomor dua atau kesekian, dia adalah nomor satu seperti status yang selama ini dia punya di klub maupun tim nasional.
Namun itu semua dengan syarat bahwa Suarez bisa menjaga sikapnya lagi dan tak berulah seperti yang sudah-sudah, Suarez punya modal untuk bisa meraih kesuksesan di Barca.
Pengalamannya bermain di Eropa selama hampir sedekade terakhir bisa jadi nilai plus untuknya, dibanding Neymar yang musim lalu boleh dibilang mengecewakan karena tampil biasa-biasa saja.
Tapi Barca setidaknya harus menunggu dulu hingga tanggal 26 Oktober saat El Clasico jilid pertama, untuk melihat letupan "senjata" dari pemain berjuluk El Pistolero itu.
(mrp/roz)











































