Dianggap sebagai akademi sepakbola terbaik di dunia, La Masia sudah menghasilkan banyak pemain bintang di tim utama Barcelona. Sejak pertama digunakan sebagai tempat pembibitan pemain muda pada 1979, bukan saja Barca yang dapat keuntungan karena pemain lulusan akademi tersebut juga menjadi pilar tim nasional Spanyol.
Belakangan La Masia bukan hanya berperan sebagai tempat pembibitan pemain karena ternyata faktor ekonominya juga bernilai sangat besar. Dalam 11 tahun terakhir Barcelona meraup 112,7 juta euro (sekitar Rp 1,7 triliun) dari penjulan pemain yang menuntut ilmu di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan Cesc Fabregas dan Thiago Alcantara menjadi yang terbesar dengan keduanya berhasil dilego dengan banderol 58 juta Euro. Sementara saat melepas Bojan Krkic AS Roma nilainya mencapai 12 juta Euro.
Sisanya, pemain-pemain yang dijual Barca dari La Masia tidak pernah melebihi 10 juta euro. Sebut saja Giovano Dos Santos, Oriol Romeu, Jenfren, Oleguer dan Thiago Motta. Demikian laporan Prime Time Sport yang dipresentasikan dalam event Soccerex Global Convention sebagaimana dikutip dari Marca.
Dalam kesempatan yang sama Prime Time Sport juga menyebut kalau belanja Barca di musim panas ini yang mencapai 157 juta euro merupakan rekor baru. Tak pernah sebelumnya Barca membelanjakan uang sebanyak itu di satu bursa transfer.
Belanja besar-besaran Barca bukan hanya demi kebangkitan setelah musim lalu cuma dapat trofi Piala Super Spanyol. Luis Enrique harus mulai mengumpulkan pemain karena Barca dihukum FIFA larangan terjun di dua bursa transfer selanjutnya.
(din/mfi)











































