Madrid Masih Menjadi Kota Rasis
Senin, 10 Jan 2005 10:16 WIB
Jakarta - Kota Madrid lagi-lagi menjadi pemberitaan karena aksi rasis yang dilakukan para suporter sepakbolanya. Kali ini Real Madrid yang menjadi korban saat derby kota Madrid.Tahun lalu dua pemain Inggris, Shaun Wright Phillips dan Ashley Cole menjadi korban penghinaan saat pertandingan persahabatan Inggris vs Spanyol. Selanjutnya giliran para pemain Bayer Leverkusen yang mengalami hal serupa di Liga Champions.Namun kini Real bisa merasakan betapa tidak enaknya menjadi korban rasis. Saat derby kota Madrid melawan Atletico Madrid, pemain Real Roberto Carlos menjadi korban ejekan suporter tuan rumah di stadion Vicente Calderon.Seperti dilansir BBC, Senin (10/1/2004), panitia pertandingan bahkan sampai menggunakan pengeras suara stadion meminta agar aksi tersebut dihentikan. Namun himbauan panitia tetap tidak digubris. Meski mendapat tekanan dari suporter Atletico, Real akhirnya menang 3-0. Insiden ini kini sedang diselidiki Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF). Jika terbukti besalah, maka Atletico pasti akan menerima sanksi. Sementara suporter yang juga terukti salah akan dikenakan denda, dan dilarang masuk stadion untuk jangka waktu tertentu.Aksi ini tentu saja semakin memperburuk citra sepakbola Spanyol. Sebelumnya pelatih tim "Matador", Luis Aragones juga diperiksa RFEF menyusul sindirannya terhadap striker Arsenal, Thierry Henry. Namun hingga kini belum ada keputusan apakah Aragones dinyatakan bersalah atau tidak. (lom/)











































