Penonton Rasis Lagi, RFEF Akan Tindak Tegas
Selasa, 11 Jan 2005 12:45 WIB
Jakarta - Menyusul dugaan terjadinya kasus rasis dalam derby Atletico Madrid vs Real Madrid, Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) mengungkapkan pihaknya akan menindak tegas pelaku. "Mengingat terjadinya serangkaian kasus rasisme yang terjadi dalam sepakbola sepanjang minggu ini, Dewan Olahraga, RFEF, Liga Spanyol dan Asosiasi Pemain ingin kembali mengulangi pengutukan terhadap kelakuan rasis.""Kami juga akan mengulang janji kami untuk menghapuskannya dengan melakukan ketegasan maksimum terhadap setiap aksi rasisme atau xenophobia yang diperlihatkan dalam sepakbola Spanyol." Demikian pernyataan yang diungkapkan RFEF dalam situs resminya seperti dikutip Reuters, Selasa (11/1/2005). Pernyataan ini dikeluarkan menyusul laporan terjadinya tindakan rasisme dalam derby kota Madrid hari Senin (10/1/2005) dinihari WIB yang menimpa bek kiri Real Roberto Carlos. "Saya meminta panitia pertandingan untuk membuat pengumuman yang menghimbau penonton agar menghentikan suara-suara monyet ketika seorang pemain tertentu sedang menguasai bola. Namun hasilnya....suara-suara itu malah semakin keras," tulis Wasit Alfonso Perez Burrull dalam laporannya. Beberapa waktu lalu Carlos juga menerima perlakuan rasis ketika timnya melawan Barcelona. Namun bedanya insiden tersebut tak disebutkan dalam laporan pertandingan sehingga tidak ditindaklanjuti oleh RFEF. RFEF terakhir menindaklanjuti sebuah kasus rasis adalah ketika menjatuhi dua fans Albacete denda 6.000 euro dan larangan menyaksikan pertandingan di stadion selama lima bulan karena menghina striker Barca asal Kamerun Samuel Eto'o bulan Desember 2004. Spanyol sendiri tengah disorot karena akhir-akhir ini kerap tersangkut kasus rasis. Beberapa waktu lalu, negara di Semenanjung Iberia ini dikenai denda 100.000 Swiss Franc oleh UEFA karena kelakuan fansnya kala Spanyol menjamu Inggris di laga persahabatan. Klub juara Liga Champions sembilan kali, Real, juga pernah didenda oleh UEFA sebanyak 9.780 euro karena fansnya melakukan tindakan rasis terhadap beberapa pemain berkulit hitam Bayer Leverkusen di sebuah pertandingan Liga Champions. (mel/)










































