Demikian diungkapkan mantan scout Barcelona, Bojan Krkic Sr. Barcelona disebut Bojan dapat tawaran langsung dari Belgia, di mana ketika itu Courtois barus berusia 19 tahun namun sudah menunjukkan potensi besarnya setelah jadi kiper nomor satu di Genk.
"Di tahun terakhir saya sebagai scout, kami ditawari Courtois langsung dari Belgia. Dia sudah menjadi pilihan nomor satu (di Genk) saat masih berusia 19 tahun dan salah satu agennya adalah teman saya, mantan rekan satu tim di timnas Yugoslavia, yang menyanjung tinggi penampilan Courtois," ungkap Bojan di Marca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah Chelsea yang kemudian mendapatkan Courtois. Karena masih punya Petr Cech, The Blues kemudian mengirim kiper mudanya itu ke Atletico Madrid, di mana dia tampil gemilang dan akhirnya diboyong pulang ke Stamford Bridge dan kini jadi kiper nomor satu 'Si Biru'.
"Dia sangat ingin bergabung dengan Barca dan mau menandatangani kesepakatan permanen lalu tampil di Barcelona B atau dipinjamkan. Kami membicarakan fee sebesar 3 juta euro karena dia masih belum dikenal. Itu sebuah penawaran. Sebulan kemudian dia bergabung dengan Chelsea. Itu (pembicaraan soal Courtois) pasti sudah terlupakan di kantor Zubi (Andoni Zubizareta, direktur sepakbola Barcelona), di lemari video atau di lacinya," kisahnya lagi.
Courtois bukan satu-satunya bakat muda yang lepas dari Barcelona. Pemain lain yang juga sempat ditawarkan namun gagal dikontrak adalah Raphael Varane. Dia kini jadi bek tengah utama Real Madrid.
"Saya dapat kabar soal Varane - dia bermain sebagai gelandang bertahan. Saya menyanjungnya dan mengatakan kalau dia adalah pemain yang harus terus diawasi dan kami harus mengontraknya. Saya memasukkan dia dalam laporan saya, yang saya serahkan pada Albert ValentΓn, yang kemudian mengirim scout untuk menyaksikan laga away Lens ke Monaco, tapi opini yang didapat tidak positif dan itu jadi akhir segalanya," tuntas Bojan.
(din/nds)










































