Pemerintah Spanyol Akan Larang Ultras Masuk ke Seluruh Stadion

Pemerintah Spanyol Akan Larang Ultras Masuk ke Seluruh Stadion

- Sepakbola
Selasa, 02 Des 2014 02:34 WIB
Pemerintah Spanyol Akan Larang Ultras Masuk ke Seluruh Stadion
REUTERS/Susana Vera
Madrid -

Buntut kematian seorang suporter di pekan ke-13 La Liga lalu, pemerintah Spanyol bakal bertindak keras dengan melarang seluruh ultras untuk menonton di stadion di seluruh negara itu.

Insiden itu muncul di Laga Atletico Madrid kontra Deportivo La Coruna, Malam (30/11) dinihari WIB kemarin. Suporter Atletico terlibat bentrok dengan suporter tamu yang sampai menewaskan satu orang.

Pria yang tewas itu bernama Francisco Javier Romero Taboada, 43 tahun, yang diangkat dari sungai Manzanares yang terletak di dekat Vicente Calderon. Tak cuma Francisco, ada juga sekitar 11 orang mendapatkan perawatan cedera ringan, termasuk seorang polisi wanita yang menderita retak tulang tangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada sekitar 20 orang yang sudah ditahan dan pihak kepolisian juga mengetahui identitas 100 orang yang jadi provokator. Dalam laporannya disebut bahwa yang terlibat dalam bentrok itu adalah ultras - suporter garis keras - dari Atletico, Deportivo, dan Rayo Vallecano serta Alcorcon.

Nama-nama ultras itu pun sudah diketahui seperti Riazor Blues (Deportivo), lalu Frente Atletico, Bukaneros (Rayo), dan Alkor Hooligan (Alcorcon).

Tak pelak insiden berdarah yang sampai memakan korban jiwa itu, membuat pemerintah Spanyol kecewa dan mereka pun berencana melarang pintu Stadion untuk dimasuki para ultras lagi.

Real Madrid dan Barcelona sendiri jadi dua tim pertama yang melarang ultras untuk menonton. Bahkan Madrid sudah memberikan tribun selatan yang biasa digunakan oleh para Ultras.

"Sudah direncanakan bahwa kami akan mendata grup ultras, dan melarang mereka masuk ke stadion untuk jangka waktu yang akan ditentukan nanti," ujar sekretaris menteri olahraga Spanyol, Miguel Cardenal, seperti dilansir Reuters.

"Ini cara serupa yang sudah diambil oleh beberapa klub dan tujuannya pun jelas, tenang, dan saya yakin itu akan efektif," sambungnya.

"Kami ingin menghilangkan elemen radikal tersebut dari tempat di mana sepakbola dimainkan dan juga sekitarnya. Tidak ada tempat buat mereka, baik di dalam maupun luar stadion."

Sementara itu FASFE, sebuah grup yang mewakili seluruh fan klub sepakbola Spanyol, menilai seharusnya pihak kepolisian melakukan tindakan pencegahan yang lebih baik.

Lalu pernyataan itu mendapat balasan dari sekretaris pihak keamanan provinsi Madrid, Francisco Martinez, yang sudah menilai laga tersebut tidak berpotensi menimbulkan kerusuhan.

Setidaknya apa yang dilakukan oleh pemerintah Spanyol itu patut dijadikan contoh oleh PSSI dan juga pemerintah, mengingat masih banyak kerusuhan yang belum bisa dicarikan solusinya.

Bahkan otoritas sepakbola lokal cenderung "tutup mata" dan sekadar memberi hukuman tanpa adanya efek jera. Terakhir kasus kerusuhan di stadion Manahan Solo sudah menewaskan satu orang suporter.

(mrp/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads