Tujuh setengah tahun lalu publik Vicente Calderon melepas Fernando Torres dengan bangga dan haru. Kini, walaupun usianya mulai menua, Sang Bocah berkumpul lagi di rumah pertamanya itu.
"At last back home. Thanks to all that have made this dream come true. Forza @Atleti," demikian ditulis Torres dalam akun twitter-nya, setelah dirinya dipastikan pulang ke Atletico, dengan status pinjaman dari AC Milan.
Milan lebih dulu mengontraknya secara permanen dari Chelsea, setelah meminjamnya di awal musim. Klub Italia ini membiarkan Atletico memakai Torres sampai Juni 2016, dan mereka mendapatkan winger Alessio Cerci dari kolega bisnisnya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak hari pertama, Atletico tahu bocah ini akan menjadi "seseorang". Di level junior kemampuannya begitu menonjol sebagai penyerang. Torres pun meneken kontrak profesionalnya di usia 15 tahun, menembus tim pertama setahun kemudian. Calon legenda Estadio Vicente Calderon telah lahir.
Kemudian Torres adalah Atletico Madrid. Bahkan di umur 19 tahun ia sudah dipercaya sebagai kapten tim. Selama tujuh musim berada di skuat Los Colchoneros, pria kelahiran 20 Maret 1984 itu menorehkan 91 gol dari 244 pertandingan di semua kompetisi. Gampangnya, dari setiap 3 pertandingan ia mencetak satu gol. Ia memang tidak memberi piala apa-apa kepada timnya itu, tapi sebagai pemain depan, Torres jelas telah memberi bukti.
Kehebatan Torres muda tercium, terdengar, dan terpantau ke mana-mana. Tak lama setelah membeli Chelsea pada Juli 2003, Roman Abramovich dikabarkan ingin merekrut Torres, tapi Atletico menolak pinangan itu. Chelsea mencobanya lagi di musim panas 2006, tapi tetap gagal.
Atletico pada akhirnya tak kuasa menahan kepergian Torres. Pada musim panas 2007 mereka menerima pinangan Liverpool senilai 25 juta poundsterling -- transfer termahal dalam sejarah The Reds kala itu. Pada 4 Juli 2007 Torres berpamitan dengan fans Atletico untuk memulai petualangan baru di tanah Inggris.
Publik Liverpool menyambut gembira kedatangan Torres, si pria tampan yang wajahnya selalu mirip anak-anak -- hal yang membuatnya dijuluki 'El Nino' alias The Kid alias 'Si Bocah'. Bahkan dalam laga debutnya di Premiership, Torres langsung mencetak gol, di Anfield pula, pada 19 Agustus 2007, saat tim barunya bermain imbang 1-1 melawan Chelsea.
Torres cepat menjadi idola masyarakat Merseyside 'merah'. Sikapnya yang rendah hati, friendly dan relatif bersih dari gosip miring membuatnya begitu dicintai segenap suporter Liverpool. Cinta yang terlalu besar itulah yang kelak membuat sebagai mereka patah hati ketika pada Januari 2011 Chelsea kembali ingin meminangnya, dan kali ini Torres yang menerimanya secara langsung. Walaupun Liverpool sempat menolak proposal The Blues, tapi si pemain sendiri yang meminta dijual. Kalau sudah begitu, tak ada lagi yang bisa dilakukan Liverpool kecuali menjualnya ... dengan harga mahal: 50 juta poundsterling. Itulah rekor transfer tertinggi di Inggris, sebelum dipatahkan Angel di Maria kala dibeli Manchester United dari Real Madrid seharga 59,7 juta pounds pada musim panas 2014.

Berbeda dengan Atletico dan Liverpool, cerita Torres di Chelsea tidak didominasi oleh kisah permainannya yang menakjubkan. Produktivitasnya menurun drastis, sehingga sering di-bully media. Hanya 20 gol bisa dihasilkan Torres dalam 110 pertandingan liga.
Bedanya dengan di Atletico dan Liverpool, walaupun mandul Torres meraih sejumlah piala bersama Chelsea: Piala FA (2012), Liga Champions (2012), dan Liga Europa (2013).
Chelsea pun tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Torres atas "servis dia selama 4 musim", dan tak lupa mendoakan "yang terbaik untuk di masa depan".
Di Milan Torres belum merangkai terlalu banyak cerita kecuali dia baru bermain 10 kali dan mencetak 1 gol di Serie A. Selanjutnya ia mungkin akan lebih banyak menuliskan sesuatu bersama Atletico -- sebuah kepulangan yang dinanti-nantikan.
Perjalanan karier Fernando Torres
| Atletico Madrid (2001-2007) | 214 pertandingan liga, 84 gol |
| Liverpool (2007-2011) | 102 pertandingan liga, 62 gol |
| Chelsea (2011-2014) | 110 pertandingan liga, 20 gol |
| AC Milan (2014) | 10 pertandingan liga, 1 gol |
| Total klub | 436 pertandingan liga, 170 gol |
| Timnas Spanyol (2003 - sekarang) | 110 pertandingan, 38 gol |










































