Bergabung ke Real Madrid dengan usia 16 tahun, jelas bakal ada tekanan tersendiri untuk Martin Odegaard. Meski demikian pemuda asal Norwegia itu tak merasa seperti itu dan siap untuk tantangan baru di sana.
Odegaard yang jadi incaran banyak klub besar Eropa karena bakat besarnya sebagai pemain mudah akhirnya memilih Madrid sebagai labuhan berikutnya, usai menjalani debut profesionalnya April tahun lalu bersama klub lokal, Stromsgodset.
Sebuah loncatan yang sangat tinggi untuk Odegaard tentunya. Dan boleh dibilang bak buah simalakama untuk Odegaard, karena jika tak mampu memenuhi ekspektasi maka Odegaard akan bernasib sama seperti wonderkid-wonderkid kebanyakan, melesat terlalu cepat, lalu jatuh terhempas seketika ke bumi, dan menghilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan Odegaard sudah diperlakukan bak "artis" baru di Madrid, karena dalam sesi perkenalan dengan media di pusat latihan Valdebebas, Kamis (22/1), ada sekitar lebih dari 100 jurnalis yang sudah menunggunya. Odegaard menghadiri sesi tersebut bersama Direktur Hubungan Internasional klub, Emiliano Butragueno.
Dengan hype yang begitu tinggi dan sorotan media serta publik ke depannya, Odegaard tak merasa tertekan sama sekali. Bahkan dia ingin sekali membuktikan bahwa Madrid tak salah mendatangkannya dengan banderol 3 juta euro.
"Aku sama sekali tidak merasa tertekan. Tapi jelas ada perbedaan bermain untuk Real Madrid dibanding di Stromsgodset. Aku ingin coba tampil sebaik mungkin untuk mewujudkan mimpi ini," ujar Odegaard seperti dikutip Mirror.
(mrp/nds)











































