Isco musim lalu memang tampil 53 kali dan bikin 11 gol, tapi itu lebih banyak dilakukan sebagai pemain pengganti. Pemain 22 tahun itu kalah bersaing dengan Gareth Bale atau Angel Di Maria.
Kepergian Di Maria dan Xabi Alonso serta cederanya Luka Modric seperti membawa berkah untuk Isco. Musim ini jam terbangnya lebih banyak dengan sudah mengoleksi 40 penampilan serta lima gol dan delapan assist.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tengok saja statistik bertahannya seperti dikutip dari Whoscored, di mana Isco bikin 2,2 tekel per laga, 0,8 intersep per laga, 1,1 foul per laga, dan 0,2 clearance per pertandingan.
Tugas Isco di musim keduanya ini pun menjadi lebih berat. Namun baginya hal itu sebagai pengalaman baru yang dinilai sangat bagus untuk perkembangan kariernya.
"Memang itu bukan posisi saya tapi saya yakin untuk berkembang lebih baik, pemain harus bisa beradaptasi dengan kebutuhan tim dan apa yang diminta oleh pelatih," tutur Isco seperti dikutip Soccernet.
"Bagi seorang pemain, sangat penting untk tahu bagaimana cara beradaptasi di setiap posisi. Saya yakin saya sudah memperlihatkannya musim ini, dan berharap tetap bermain baik," sambungnya.
"Saya memang bukan pemain tercepat terkuat, atau paling besar. Tapi sebagai pemain bertubuh mungil, saya berusaha memperkuat tubuh saya dan mampu mempertahankan bola dengan baik," demikian pemain bertinggi badan 176 cm dan berat 74 kg itu.
(mrp/rin)











































