Memasuki jeda musim dingin pada Desember lalu, Barcelona tertinggal satu angka dari Madrid di puncak klasemen. Keunggulan El Real bukan itu saja karena mereka masih punya satu pertandingan sisa lebih banyak.
Pada periode itu trio Real Madrid - Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Gareth Bale - tampil luar biasa untuk mengalahkan produktivitas trisula Barcelona yang diisi Lionel Messi, Neymar dan Luis Suarez. Di La Liga dan Liga Champions, BBC mencetak 52 gol dalam 21 pertandingan sementara MSN melesakkan 40 gol dari 22 laga.
Penampilan gemilang BBC mengantar Madrid tampil dominan di semua kompetisi yang mereka ikuti. Skuat besutan Carlo Ancelotti malah punya catatan kemenangan beruntun sampai berjumlah 20 laga lebih ketika itu.
Namun setelah jeda musim dingin dan Madrid pulang dari Piala Dunia Antarklub, kondisinya berubah. The Catalans tampil ganas di semua kompetisi, mereka melangkah ke final Copa del Rey dan juga menggenggam tiket puncak Liga Champions. Sementara Madrid terus tercecer hingga akhirnya didepak Atletico Madrid di Copa del Rey serta ditundukkan Juventus di kompetisi Eropa.
Dikutip dari BBC, salah satu faktor yang mempengaruhi melesatnya penampilan Barca dan di sisi lain Madrid yang meredup adalah Luis Suarez dan Gareth Bale. Statistik kedua pemain sebelum dan setelah jeda musim dingin menunjukkan hal tersebut.
Setelah cuma membuat tiga gol dalam 11 pertandingan sebelum pergantian tahun, Suarez memanas selepas libur Natal. Bermain lebih sering dan mulai beradaptasi dengan posisinya sebagai penyerang tengah dengan diapit Messi dan Neymar, Suarez mencetak 19 gol dalam 24 pertandingan terakhirnya.
Tingginya produktivitas Suarez meningkatkan rasio gol per pertandingan Barcelona. Jika sebelum libur musim dingin Barca rata-rata membuat 1,81 gol per 90 menit (64 gol dari 27 pertandingan), maka di paruh kedua musim Barca membuat rata-rata 2,37 gol setiap pertandingan.
Bagaimana dengan Bale? Di paruh pertama musim mantan pemain Tottenham Hotspur itu membuat sembilan gol dari 17 pertandingan, tapi di paruh kedua musim dia cuma membuat enam gol dari 23 laga. Rata-rata gol Bale menurun drastis dari satu gol setiap dua laga menjadi satu gol setiap empat pertandingan.
Meredupnya Bale berakibat pada menurunnya rataan gol Madrid. Jika sebelumnya Madrid mampu membuat 2,47 gol per pertandingan, setelah ganti tahun El Real cuma membuat 1,39 gol di setiap laga. Meski Ronaldo terus mencetak gol - termasuk hat-trick di akhir pekan lalu - dia seorang tak mampu meningkatkan rataan gol Madrid di setiap laganya.
Memang ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi sukses Barcelona dan kegagalan Madrid. Luis Enrique yang sangat jarang mengubah susunan starting XI-nya selepas tahun baru juga menjadi kunci Barcelona meraih sukses di La Liga. Sementara Carlo Ancelotti berulang kali dipusingkan dengan cedera pemain yang gantian mendatangi Luka Modric, Gareth Bale sampai Ronaldo. Tapi melonjaknya grafik performa Suarez dan di sisi lain Bale yang melempem memberi pengaruh besar pada penampilan Barca dan Madrid di La Liga.
(Doni Wahyudi/Okdwitya Karina Sari)











































