Ini setelah Madrid mengumumkan Benitez sebagai pelatih baru mereka untuk tiga tahun ke depan, menggantikan Carlo Ancelotti yang dipecat karena gagal mempersembahkan gelar di musim 2014/2015.
Setelah 11 tahun melanglang buana ke penjuru Eropa, mulai dari Liverpool, Inter Milan, Chelsea, dan Napoli, Benitez kembali ke "rumah"-nya, rumah di mana dia memulai kehidupannya di sepakbola.
Sebagai anak asli Madrid, pelatih bernama lengkap Rafael Benitez Maudes yang lahir 55 tahun lalu itu, memang tak bisa lepas dari klub raksasa ibukota tersebut. Madrid adalah klub tempat Benitez belajar mengenal sepakbola semasa masih aktif bermain.
Memang kariernya sebagai pesepakbola profesional tak sementereng saat dia jadi pelatih saat ini. Dia cuma mentok di level Real Madrid Castilla, periode 1974-1981, sebelum bermain di Guardarmar, Parla, dan Linares.
Rentetan cedera membuat kariernya hanya berlangsung singkat sebelum pensiun di umur 26 tahun. Kemudian Benitez banyak belajar tentang dunia kepelatihan di berbagai klub lokal dan universitas, sebelum melatih Castilla B pada 1986.
Dia sempat jadi asisten Vicente Del Bosque di tim senior pada 1994 sebelum balik ke Real Madrid Castilla pada 1993-1995. Dua tahun bersama Castilla, Benitez gagal total dan akhirnya pindah ke klub profesional pertamanya, Real Valladolid pada 1995.
Sempat melatih Osasuna, Extremadura, dan Tenerife, karier Benitez mulai terangkat saat dia ditunjuk membesut Valencia. Di klub tersebut, Benitez memberi dua gelar La Liga dan satu Piala UEFA, sebelum hijrah ke luar negeri pada 2004 untuk melatih Liverpool.
"Itu memang benar. Ayahku seorang fans Atletico Madrid dan ibuku mendukung Real Madrid, tapi saya tidak sulit memilih karena ayahku menyekolahkan ke Real dan mereka memilihku," ujar Benitez dalam wawancara dengan FourFourTwo tahun 2011, soal pilihannya gabung ke akademi Madrid.
Kini Benitez punya kesempatan kedua untuk bisa berbicara lebih banyak lagi, bersama tim senior Madrid yang bertabur bintang. Namun dia pun harus mengingat bahwa ancaman palu pemecatan akan membayang-bayanginya sejak hari pertama dia melatih tim itu.
Bukan rahasia lagi jika Florentino Perez kerap mencopot pelatih yang dianggapnya tidak memuaskan, plus rekor buruk para pelatih Spanyol di era Perez.
(Mohammad Resha Pratama/Andi Abdullah Sururi)











































