Laporta telah secara resmi mengajukan dirinya sebagai calon presiden Barca. Dia akan bersaing dengan lima kandidat lainnya yakni Josep Maria Bartomeu, Toni Freixa, Agusti Benedito, Jordi Majo dan Jordi Farre. Pemilihan presiden dijadwalkan akan dilangsungkan pada 18 Juli mendatang.
Bagi Laporta, Barca adalah tempat dia menaikkan namanya saat memimpin klub tersebut periode 2003 hingga 2010. Saat itu Los Cules mencapai kesuksesan tertinggi dalam sejarahnya dengan sederet gelar bergengsi termasuk treble winners di musim 2008/2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barulah setelah era Laporta, Barca mendobrak tradisi dengan pertama kalinya pada musim 2011/2012, ada nama sponsor di jersey Barca setelah mengadakan perjanjian dengan Qatar Sports Investments bernilai 150 juta euro selama lima tahun. Awalnya adalah Qatar Foundation lalu berganti Qatar Airways mulai 2013.
Inilah yang kemudian ingin dihilangkan oleh Laporta jika dirinya kembali terpilih Juli mendatang. Laporta ingin mengembalikan tradisi klub yakni jersey yang bersih dari sponsor.
"Saya menjanjikan sebuah kontinuitas. Skuat yang ada saat ini sama dengan saat saya meninggalkan klub ini," ujar Laporta kepada Mundo Deportivo seperti dikutip Football Espana.
"Saya berharap orang-orang memilih di hari pemilihan ketimbang bersantai di pantai," sambungnya.
"Klub punya banya cara untuk mendapat pemasukan (ketimbang harus memakai sponsor jersey)."
"Ini soal nilai-nilai yang ada di klub dan saya ingin menyelamatkannya."
(mrp/rin)










































