Antara mempersiapkan dan menjaga kebugaran skuat dengan tugas-tugas komersil, inilah dilema yang dihadapi Rafael Benitez jelang tur pramusim Real Madrid. Namun, Benitez mengaku harus bisa menyeimbangkan keduanya.
"Saya harus mengakui, tidak mudah mengkombinasikan kedua hal itu," ujar Benitez seperti dilansir Marca.
Benitez, yang baru ditunjuk menjadi pelatih Los Blancos pada 3 Juni silam, bakal menjalani tur pramusim pertamanya bersama Madrid. Ada dua negara yang akan dituju Madrid pada musim panas ini, yakni China dan Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena reputasi dan nama besarnya, Real Madrid harus terlibat dengan skenario seperti ini, yang mana amat sangat normal untuk sebuah klub kelas dunia," ucap Benitez.
Alhasil, untuk menjaga pemain-pemainnya agak tidak kelelahan dan kehabisan bensin lebih dulu, Benitez secara mendetail mempersiapkan jadwal latihan dan fasilitas yang dibutuhkan untuk berlatih.
"Fasilitas latihan dan kondisi yang ada bakal krusial untuk mengurangi waktu perjalanan sehari-hari."
"Kami juga harus memastikan ada waktu istirahat di antara berbagai komitmen dengan pihak sponsor. Kami akan memaksimalkan sebaik mungkin masa pramusim ini untuk saling mengenal satu sama lain dan mengkombinasikan pekerjaan klub di dalam dan luar lapangan," kata Benitez.
Benitez bukanlah satu-satunya pelatih yang menghadapi dilema seperti ini di tur pramusim. Tahun lalu, manajer Manchester United, Louis van Gaal, juga mengeluhkan jauhnya perjalanan yang ditempuh timnya di Amerika Serikat.
Ditambah dengan aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan sponsor, Van Gaal menganggap para pemainnya kurang mendapatkan waktu istirahat. Oleh karena itu, Van Gaal pun mengatur agar tur pramusim 'Setan Merah' di AS tahun ini dilakoni di kota-kota yang berdekatan.
(roz/rin)











































