Legenda hidup Barcelona, Johan Cruyff, angkat bicara terkait banyak isu yang mengelilingi klubnya saat ini. Cruyff mengaku bangga dengan pencapaian Barca musim lalu, namun dia kecewa lantaran Barca gagal mempertahankan berbagai nilai yang sejak dulu mereka pegang.
Hiruk-pikuk di dalam tubuh Barca saat ini muncul lantaran pemilihan presiden klub yang akan dihelat pada 18 Juli mendatang. Berbagai isu diangkat, termasuk soal pemasangan sponsor di kostum klub.
Eks presiden Barca yang kini ikut mencalonkan diri lagi, Joan Laporta, menilai bahwa pemasangan sponsor di kostum tim tidak sejalan dengan filosofi klub. Oleh karenanya, Laporta bertekad untuk mengembalikan logo UNICEF ke kostum tim sebagai bentuk kerjasama non-profit antara kedua belah pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari sudut pandang keolahragaan, ini adalah tahun yang luar biasa. Permainan yang ditampilkan luar biasa, begitu juga dengan gelar juara yang didapatkan. Sempurna," ujar Cruyff kepada Marca.
"Tapi, itu tidak menggambarkan keseluruhan cerita. Ada juga nilai-nilai yang hilang. Sama seperti 'La Masia'."
"Barca juga memenangi gelar juara dunia untuk urusan paling banyak dibicarakan terkait kasus-kasus hukum. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami harus serius menanganinya."
"Ketika dulu Barcelona terpuruk, ada dua keputusan yang dibuat dan itu langsung mengubah gaya main serta cara berpikir. Dua keputusan itu adalah mengontrak (Frank) Rijkaard dan (Pep) Guardiola."
"Keduanya menghabiskan delapan tahun memimpin tim utama, mereka mengembangkan sebuah proyek di mana 'La Masia' menjadi sebuah kata ajaib. Sayangnya, sekarang tidak begitu lagi."
"Nilai luhur itu fundamental, tidak hanya di pemilihan ini, tapi juga di dalam kehidupan, dan Barca sudah kehilangan itu."
"Semua orang senang melihat cara Barcelona bermain, tapi sekarang makin sedikit orang datang dari 'La Masia'," kata Cruyff.
Cruyff sendiri mendukung Laporta untuk kembali menjadi Presiden Barcelona. Dalam pemilihan bulan ini, Laporta akan bersaing dengan Josep Maria Bartomeu, Toni Freixa, Agusti Benedito, Jordi Majo, dan Jordi Farre.
(roz/krs)










































