Benitez ditunjuk sebagai pelatih pada musim panas ini setelah Madrid memecat Carlo Ancelotti. Tekanan untuk Benitez tentu saja besar, mengingat Ancelotti sendiri dipecat meski musim sebelumnya mempersembahkan gelar Liga Champions dan Copa del Rey.
Sebagai sosok yang dekat dengan Madrid --Benitez pernah tujuh tahun bermain di Castilla dan dua tahun melatih Madrid B--, eks pelatih Napoli itu ingin mengembalikan gaya permainan Los Blancos sesuai karakternya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai catatan, meski musim kemarin menjadi runner-up di liga, mereka cuma menempati posisi lima untuk aspek pertahanan paling rapat. Total 38 gol bersarang di gawang mereka, tertinggal dari Barcelona, Atletico Madrid, Valencia, dan Villarreal secara berurutan.
"Kami ingin mengenal para pemain dan para pemain pun mengenal kami, dan mencoba memberikan Real Madrid sebuah ide permainan yang sejalan dengan siapa Real Madrid. Waktu bersama-sama saat ini benar-benar membantu dalam soal itu," kata Benitez di situs resmi klub.
"Saya ingin Real Madrid tampil sebagai Real Madrid. Saya mau kami jadi sebuah tim yang ingin menang di setiap pertandingan, yang mengambil inisiatif, tangguh, yang menyerang sebaik beberapa tahun belakangan ini dan bertahan sedikit lebih baik."
"Saya ingin kami meraih keseimbangan yang akan membuat kami mampu memenangi lebih banyak laga dan punya kesempatan lebih besar untuk memenangi trofi," tambahnya.
(raw/raw)











































