Josep Maria Bartomeu masih belum akan turun dari kursi presiden klub Barcelona. Dia terpilih kembali untuk menduduki jabatan tersebut setelah mengalahkan pesaing-pesaingnya dalam proses pemilihan.
Dalam proses pemilihan presiden yang dilangsungkan Minggu (19/7/2015) dinihari WIB, Bartomeu mengumpulkan 25.823 suara (54,63%). Dia mengalahkan mantan presiden Barcelona sebelumnya, Joan Laporta, yang mendapat 33,03%. Agusti Benedito berada di posisi tiga dengan 7,16% suara dan Toni Freixa berada di posisi paling bawah setelah hanya mengumpulkan 3,70%.
"Saya sangat gembira. Mayoritasnya sangat besar untuk mendukung proyek yang kami akan jalankan. Kami akan terus berkembang dan menang jika kami mempertahankan Luis Enrique dan pemain-pemainnya," sahut Bartomeu pada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bartomeu mulai menduduki kursi presiden Barcelona sejak 2014 lalu, menggantikan Sandro Rosell yang memutuskan mundur setelah muncul kasus yang melibatkan transfer Neymar. Keberhasilan Barcelona meraih treble winners diyakini menjadi faktor utama Bartomeu bisa kembali terpilih.
Periode kepemiminan Bartomeu sebenarnya tidak bisa dibilang mulus. Selain kasus transfer Neymar, Barcelona juga mendapat hukuman dari FIFA akibat aktivitas transfer di bawah umur. Bartomeu mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan Andoni Zubizarreta.
Di dalam ruang ganti pemain ketidakharmonisan juga sempat terjadi. Enrique dan Lionel Messi sempat dikabarkan bersitegang pada Januari 2015. Pada periode itu Barcelona tengah tertinggal dari Real Madrid di puncak klasemen.
(din/din)










































