Memperhitungkan Madrid, Menimang Benitez

Jelang Liga Spanyol 2015/2016

Memperhitungkan Madrid, Menimang Benitez

Doni Wahyudi - Sepakbola
Rabu, 19 Agu 2015 12:44 WIB
Memperhitungkan Madrid, Menimang Benitez
Angel Martinez/Real Madrid via Getty Images
Jakarta -

Real Madrid menjelang musim baru dengan ambisi besar menyaingi Barcelona. Dengan banyak perubahan terjadi, pekerjaan besar itu kini ada di pundak Rafael Benitez.

Saat memutuskan meninggalkan Napoli dan menerima pinangan Madrid di musim panas lalu, Benitez tahu benar kalau dia akan menduduki kursi yang sangat panas. Madrid terhitung sangat sering memberhentikan pelatihnya. Faktanya, sejak pemecatan Vincente Del Bosque, cuma Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti yang bisa bertahan 'lumayan' lama di Santiago Bernabeu.

Madrid adalah klub yang tak cukup puas dengan sekadar bermain bagus dan dapat satu titel. Klub tersebut selalu menuntut siapapun pelatihnya untuk menunjukkan sepakbola menyerang dan menghibur, dengan hasil kemenangan dan diraihnya (beberapa) gelar di akhir musim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mampukah Benitez melakukan itu? Berusia 55 tahun, Benitez dalah salah satu pelatih top Eropa. Koleksi gelarnya sudah bertumpuk banyak, mulai dari La Liga Primera, Piala UEFA, Liga Europa, Piala FA, Community Shield, Piala Super UEFA, Coppa Italia, Piala Super Italia, sampai Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub.

"Saya katakan ini pada Anda, Carlo Ancelotti adalah fenomena sejati. Kami berterima kasih padanya. Sampai tiga hari lalu, di adalah, buat saya, pelatih terbaik di dunia. Sebagaimana Jose Mourinho dua tahun lalu. Dan mulai pekan ini, pelatih terbaik dunia itu adalah Rafael Benitez," ucap Wakil Presiden Real Madrid, Eduardo Fernandez, kepada Guardian tak lama setelah Benitez diangkat jadi pelatih.

Dengan rekam jejak seperti itu, Benitez adalah sosok yang tepat untuk melatih Los Merengues. Benitez juga dianggap paham benar filosofi Madrid karena dia adalah jebolan Real Madrid Castilla, dan pernah juga melatih Real Madrid B dalam periode 1993-1995. Benitez tahu benar bagaimana menjalankan klub, berinteraksi dengan pemain, meladeni fans serta wartawan, dan juga saat harus berhadapan dengan dewan klub.

Pekerjaan rumah pertama Benitez di Santiago Bernabeu adalah merebut hati para pemainnya. Beberapa penggawa madrid menunjukkan betapa mereka begitu kehilangan saat Carlo Ancelotti pergi. Termasuk Cristiano Ronaldo yang secara khusus sempat berharap Don Carletto bertahan di Madrid.

Sial buat Benitez, di pekan-pekan awal periode kerjanya dia justru bermasalah dengan Ronaldo. CR7 disebutkan sempat tidak sepakat dengan beberapa metode latihan Benitez. Potensi ketidakharmonisan lain yang bisa muncul adalah soal skema permainan.



Pada awal penunjukkan sebagai pelatih Madrid, banyak yang mengernyitkan dahi. Di beberapa klub sebelumnya, Benitez dianggap sebagai pelatih yang memfokuskan pada pertahanan. Padahal Madrid saat ini punya lini depan paling mematikan dengan keberadaan Gareth Bale, Karim Benzema, dan Ronaldo.

Benitez dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu, secara tersirat, menyebut kalau dirinya bukanlah pelatih yang menekankan pada pertahanan. Dalam filosofinya, trofi-trofi juara dimenangkan bukan sekadar dengan mencetak gol. Tapi juga dengan tidak kebobolan. Dua hal yang tidak terpisahkan. Talenta di mata Benitez adalah hal yang bagus, tapi dia menyebut hal lain yang menjadi kunci adalah pengorganisasian. Di mata Benitez, timnnya harus solid dalam bertahan baru kemudian bikin gol.

Pada musim 2007/08 dia mengantar Liverpool menyudahi seluruh kompetisi dengan mencetak 119 gol. Tidak ada klub lain yang bisa mencetak gol sebanyak itu di Inggris. Angka yang membantah pernyataan Benitez adalah pelatih dengan fokus pada pertahanan.

Benitez juga dikenal sebagai pelatih yang pandai mengoptimalkan pemain-pemainnya, beradaptasi dengan skuat yang dipunya. Di satu sisi itu adalah berkah, di mana dia mentransformasi Steven Gerrard menjadi pencetak gol ulung saat dipasang di belakang Fernando Torres. Tapi di sisi lain itu dianggap menjadi potensi blunder karena seringnya rotasi dia lakukan.

Benitez juga dianggap sebagai salah satu pelatih yang memakai dua holding midfielder - dalam skema 4-2-3-1 - demi menciptakan keseimbangan dalam tim. Inilah yang kerap membuatnya dianggap sebagai pelatih yang memfokuskan pada pertahanan.

Dua holding midfielder itu hampir dipastikan akan ditempati Luca Modric dan Toni Kroos. Di beberapa ujicoba pramusim, Benitez sempat juga memasang Casemiro sebagai opsi.

Perubahan besar lain akan dirasakan Madrid di bawah Benitez adalah pada posisi Gareth Bale. Bintang asal Wales itu digeser ke posisi Nomor 10 dari sebelumnya banyak beroperasi di sisi kanan. Perubahan ini dianggap bakal membatasi ruang gerak Ronaldo di sisi kiri, karena CR7 sebelumnya punya ruang gerak yang sangat bebas.

James Rodriguez akan jadi pilihan Benitez di sisi kanan, dengan Isco bisa menjadi pesaing utama untuk memperebutkan posisi tersebut. Sementara Karim Benzema menjadi penyerang tunggal.

Apapun skema permainan yang nantinya dipasang Benitez, dia akan punya cukup pilihan untuk mengutak-atik susunan pemainnya. Madrid, seperti yang sudah-sudah, kembali belanja banya dengan di antaranya memboyong Mateo Kovacic dari Inter Milan, Danilo serta Casemiro dari FC Porto.


Hasil Ujicoba Pramusim
Real Madrid 0–0 (6-7 p)
Manchester City 1–4 Real Madrid
Inter Milan 0–3 Real Madrid
Real Madrid 0–0 (10-9 p) AC Milan
Real Madrid 2–0 Tottenham Hotspur
Bayern Munich 1–0 Real Madrid
VΓ₯lerenga 0–0 Real Madrid
Real Madrid 2–1 Galatasaray

Transfer Masuk
Kiko Casilla
Casemiro
Lucas VΓ‘zquez
Denis Cheryshev
Danilo
Marco Asensio
JesΓΊs Vallejo
Mateo Kovacic
Β 
Transfer Keluar
Iker Casillas
Sami Khedira
Javier HernΓ‘ndez
Fernando Pacheco
JesΓΊs Vallejo






(din/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads