Kovacic padahal baru memperpanjang kontraknya bersama Inter Milan hingga 2019 beberapa waktu lalu. Kontrak baru itu kemudian diharapkan dapat meredam spekulasi soal masa depannya, di mana Kovacic memang dikabarkan tengah diincar Madrid.
Namun, kepindahan itu akhirnya tak terelakan ketika Kovacic memutuskan untuk pindah setelah dua musim berseragam biru-hitam. Kibasan uang 35 juta euro tak kuasa ditolak Inter yang memang butuh dana segar untuk menyeimbangkan kasnya, agar tak melanggar aturan Financial Fair Play.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh saja Sergio Ramos yang baru diperpanjang kontraknya dikabarkan mendapat 9-10 juta euro per musim, atau megabintang mereka, Cristiano Ronaldo, yang gajinya ada di kisaran 17-20 juta euro per musimnya.
Musim lalu Kovacic sendiri digaji 1,5 juta euro per musimnya. Dengan ikatan kontrak selama enam tahun, pemain 21 tahun itu akan mendapat bayaran 3-4 kali lipat lebih besar.
Tapi, Kovacic membantah kepindahannya hanya gara-gara uang dan menegaskan kalau ia ingin membuktikan bahwa dia mampu berprestasi bersama Madrid.
"Saya tahu ketertarikan Madrid tiga atau empat hari lalu. Segalanya terjadi begitu cepat," kata Kovacic di Football Espana.
"Saya tidak merasa meninggalkan Inter itu keputusan yang buruk. Saya bergabung ke Madrid, kesempatan langka dalam hidup dan saya tidak ingin menyia-nyiakannya," lanjutnya.
"Saya tidak berpikir soal uang, saya ingin bermain di sini, dan menunjukkan apa yang saya bisa. Saya tahu tekanannya bakal besar tapi itulah sepakbola. Rekan-rekan setim akan membantu saya."
"Kenapa tidak Barcelona? Madrid adalah klub terbesar di dunia. Saya sangat yakin dan tidak perlu diragukan lagi. Saya katakan sekali lagi bahwa saya sangat bahagia," tuntasnya.
(mrp/roz)
