Dari enam penampilannya Marc-Andre ter Stegen kebobolan sampai 15 kali. Kiper kedua Barcelona itu belum bisa memanfaatkan sebuah "aji mumpung".
Padahal buat Ter Stegen ini adalah kesempatan terbesarnya untuk mengilaukan dirinya, selagi Claudio Bravo masih memulihkan kondisinya dari cedera betis. Bravo terakhir kali main pada 29 Agustus, dan sejauh ini dia sudah kehilangan empat pertandingan.
Celaka buat Ter Stegen, dia tidak tampil bagus selama menjadi pilihan pertama. Dia dinilai tampil lemah saat Barca bermain 1-1 melawan AS Roma di Liga Champions. Berikutnya, kala timnya menghadapi Levante, kiper Jerman itu gagal meninju bola di udara sehingga berhasil dimanfaatkan pemain lawan. Untungnya Barca tetap menang (dengan skor 4-1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ter Stegen kembali dikritik usai Barca ditekuk Celta Vigo akhir pekan kemarin. Performanya dianggap sangat buruk dan dianggap berperan signifikan atas jebolnya gawang Los Cules sebanyak empat kali. [Baca juga: Hal-Hal Buruk buat Barca atas Kekalahan dari Celta Vigo]
Dihitung secara keseluruhan, statistik Ter Stegen di awal musim ini tidaklah bagus. Dari enam pertandingan (di semua kompetisi), ia kebobolan 15 kali. Tiga pertandingan Barca kala kebobolan empat gol, semua terjadi ketika Ter Stegen di bawah mistar gawangnya: menang 5-4 atas Sevilla (Piala Super Eropa), kalah 0-4 dari Athletic Bilbao di leg I Piala Super Spanyol, dan menyerah 1-4 dari Celta Vigo.
Kabar terakhir menyebutkan, Bravo sudah semakin pulih dan diperkirakan bisa merumput lagi pada 3 Oktober, saat Barca menjamu Sevilla. Itu berarti pula, Ter Stegen hanya punya dua kesempatan lagi untuk memperbaiki performanya -- itu pun kalau Enrique tidak berpaling pada kiper ketiganya, Jordi Masip. Dua kesempatan itu adalah pertandingan melawan Las Palmas akhir pekan ini, dan Bayer Leverkusen di Liga Champions pada tengah pekan depan.
(a2s/din)











































