Hukuman Ringan Aragones Dikecam
Kamis, 03 Mar 2005 15:21 WIB
Jakarta - Hukuman denda sebesar Rp 37 juta terhadap pelatih Spanyol, Luis Aragonis dianggap terlalu ringan. Pelatih berusia 66 tahun itu diminta untuk mengundurkan diri.Kecaman paling keras terhadap hukuman ringan Aragones disampaikan oleh Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA). "Ini merupakan pukulan telak terhadap semua organisasi yang ingin melawan rasisme," ujar juru bicara PFA, Bobby Barnes, seperti dikutip Sky, Kamis (3/3/2005)."Bagi dia, membayar harga kurang dari harga sebuah pakaian bagus sangat menggelikan. Dia seharusnya mempertimbangkan untuk mengundurkan diri," lanjut Barnes.Selain meminta Aragones mengundurkan diri, PFA juga mengkritik Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) yang dianggap tidak memiliki komitmen untuk melawan rasisme. "Hukuman yang dijatuhkan menunjukkan Federasi Sepakbola Spanyol tidak memiliki kebijakan yang baik untuk melawan rasisme," tambah Barnes.Banyaknya kasus rasis di sepakbola Spanyol sejak beberapa bulan terakhir mendorong pemerintah Spanyol mengkampanyekan program "Let's kick racism out of football". Namun keputusan RFEF kali ini justru bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah."Federasi Sepakbola Spanyol tidak menunjukkan keseriusannya menanggapi masalah ini. Mereka tidak peka terhadap kasus rasis atau melakukan hal yang benar untuk memeranginya. Jika seperti ini, seseorang bisa melontarkan kata-kata rasis dan berlalu begitu saja," ujar ketua kampanye, Piara Powar. (lom/)











































