Ancelotti sebenarnya terhitung sukses selama dua musim menangani Madrid. Pria berkebangsaan Italia itu langsung mempersembahkan gelar Liga Champions dan Copa del Rey pada musim perdananya di Madrid. Pada musim kedua, dia masih sanggup memberi trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub.
Akan tetapi, Madrid yang tak puas dengan kinerja Ancelotti pada musim lalu memutuskan untuk memecatnya. Los Blancos menggantinya dengan Rafael Benitez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan memalukan 0-4 dari Barcelona pada Sabtu (21/11/2015) lalu juga membuat posisi Benitez dilaporkan mulai terancam. Benitez kabarnya memang kurang disukai oleh pemain-pemain Madrid.
"Krisis di Real Madrid? Jangan buru-buru menilai karena kita masih di awal musim. Para pemain Real punya kemampuan untuk memperbaiki situasi," ujar Ancelotti kepada Radio Anch'io lo Sport saat ditanya soal situasi Madrid sekarang.
"Real menderita melawan Barcelona yang sangat tangguh. Benitez? Sulit untuk menilai dari luar," tuturnya.
Β
Lebih lanjut lagi, Ancelotti tetap membuka kemungkinan kembali melatih Madrid meski untuk sekarang dia masih ingin menikmati istirahatnya.
"Jika (Presiden Madrid Florentino) Perez memanggil saya untuk kembali ke Real Madrid? Saya sudah memutuskan untuk beristirahat setahun. Saya sudah bilang ke Anda. Banyak tim yang berusaha mendekati saya, tapi saya memilih untuk menjauh selama satu tahun," tuturnya.
"Memulai lagi dengan Real setelah setahun? Kenapa tidak? Hal itu juga berlaku untuk PSG atau Chelsea," kata pelatih berusia 56 tahun itu.
(mfi/krs)










































