Marca memberikan apresiasi itu untuk pelatih-pelatih kenamaan seperti Marcello Lippi, Carlo Ancelotti, Marcelo Bielsa, Aime Jacquet, dan Pep Guardiola.
Secara langsung maupun tidak, sedikit ataupun banyak, nama-nama tersebut dinilai sudah berkontribusi dalam pembentukan Zidane sebagai pelatih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semasa lima tahunnya di Juve (1996-2001), Zizou menikmati salah satu masa-masa paling menyenangkan dalam kariernya. Ia praktis memenangi semua yang ada: Serie A, Coppa Italia, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental," sebut Marca.
Setelah Lippi, yang dalam karier melatih di antaranya punya trofi Piala Dunia 2006, lima Scudetto, dan trofi Liga Champions, pengaruh lain terhadap Zidane didapat saat berseragam tim nasional Prancis.
Hal itu terjadi pada tahun 1998, ketika Zidane menjadi bagian dari skuat Les Bleus yang menjuarai Piala Dunia di negeri sendiri. Dalam kesuksesan itu Jacquet mematahkan asumsi media yang sebelumnya acapkali meremehkan kemampuan dan skuatnya. "Pelajaran lain yang dapat dipetik Zidane," tulis Marca.
Setelah itu tentu saja ada Carlo Ancelotti, yang pada 2013 mengangkat Zidane sebagai asisten pelatihnya di Real Madrid dan, "mempengaruhinya dengan kepiawaian memanajemen pemain dengan cara yang mirip seperti Vicente del Bosque."
Setahun menjadi orang nomor dua dalam staf kepelatihan tim utama 'Si Putih', Zidane menangani timnya sendiri: tim B Real Madrid atau Real Madrid Castilla.
Pada masa menangani tim lapis dua Madrid itulah kemudian Zidane disebut mendapat pengaruh lain dalam dunia kepelatihan.
"Pada Desember 2014, ia berkunjung ke pusat latihan Marseille untuk menyerap metode latihan Marcelo Bielsa," tulis Marca.
"Pada Februari 2015, Zidane--dalam kunjungan keduanya ke pusat latihan--datang ke Bayern Munich di mana ia berkesempatan mengamati Pep Guardiola beraksi."
"Pria Prancis tersebut secara khusus tertarik menelaah aspek permainan Bayern dengan garis pertahanan tinggi dan penguasaan bola. Zidane lalu kembali ke Madrid dengan antusiasme membara," catat Marca.
Kini tinggal waktu yang menjawab apakah pengaruh-pengaruh dari para pelatih top yang sudah lebih dulu unjuk gigi itu telah diserap dan dapat diterapkan sebaik mungkin oleh Zidane untuk menjalani petualangannya di Bernabeu.
(krs/din)











































