Neville boleh bergelimang trofi selama menjadi pemain, namun akhirnya ia mengetahui bahwa menjadi manajer tidaklah mudah. Pada kali pertamanya ia menjajal dunia manajerial, pria 40 tahun itu langsung menangani Valencia --yang pada musim ini memang sedang terseok-seok.
Kemenangan 1-0 atas Las Palmas, 28 Januari lalu, membawa Valencia lolos ke babak semifinal Copa del Rey. Itu jadi satu-satunya "prestasi" Neville bersama Valencia musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu lalu, petinggi klub memutuskan untuk mengontrak Jesus Garcia Pitarch sebagai director of football. Penunjukan Pitarch dimaksudkan untuk membantu Neville. Pitarch sendiri bukan orang baru bagi Valencia; ia pernah menjabat posisi yang sama ketika Rafael Benitez menjadi manajer.
Apes buat Neville, pada laga pertama setelah Pitarch datang, Valencia kalah 0-1 dari Sporting Gijon di kandang sendiri. Makin apes buatnya, Valencia sebenarnya memenangi penguasaan bola pada laga tersebut.
Situs ESPNFC juga mencatat, Valencia melepaskan 16 attempts, tapi cuma 3 di antaranya tepat sasaran. Sementara Sporting melepaskan 7 attempts, di mana 3 di antaranya tepat sasaran. Sporting akhirnya menang via tendangan penalti Antonio Sanabria pada menit ke-50.
Kekalahan tersebut membuat masa depan Neville dipertanyakan. Namun, pria asal Inggris itu menyebutnya sebagai sebuah kabar yang konyol.
"Anda menanyakan soal posisi saya?" ujar Neville seperti dilansir Soccerway. "Saya rasa, itu pertanyaan konyol."
"Pertanyaan itu datang dari Anda, jangan membuatnya seolah-olah dari fans," kata Neville.
Februari 2016 terbilang bakal jadi bulan yang berat untuk Neville (dan Valencia). Selain harus bermain menghadapi Barcelona di semifinal Copa del Rey, ia juga masih harus mencari kemenangan di La Liga.
(roz/krs)










































